27/11/12

Kata Teman Tentang Saya

Ini kali pertama saya diceritain teman...hmm maksudnya dideskripsikan siapa sih saya?! Pas baca ni pos http://duakuntan.blogspot.com/2012/11/indah-kehidupan-seorang-tiwi.html
saya jadi merasa lucu sendiri. Inank, temen saya beberapa hari lalu tanya ini itu tentang saya. Ribet..dan saya juga bingung mau jawab apa. Kayak jadi tersangka dan harus mengatakan semua alur kejadian. Iyaaa,, saya tersangka dalam kajadian hidup saya. Senang ada orang bisa mendeskripsikan diri saya. Yah walaupun tidak sampai pada hal yang mendetail tapi apa yang teman ceritakan tentang saya itu sudah lebih dari cukup dengan kedetailan saya. Saya santai menghadapi masalah dan hal-hal yang membuat saya depresi. Jika hal-hal tersebut terlalu berat paling tidak saya menangis sejadi-jadinya. Selesai sesenggukan saya bisa tertawa lagi. Emang benar kata Inank saya merasa lebih bahagia dari orang lain walaupun saya tahu dan sadar ada yang lebih bahagia dari saya. Pokoknya saya berterima kasih atas hasil kerja keras teman saya itu. Gak nyangka saja, dia bisa merangkai kata-kata dari hasil wawancara minggu kemarin...makasih yah :)

26/11/12

Chit Chat Sederhana Sampe Sedikit Gimmick" Resume Kehidupan "SUSAN"

"yang tidak hadir besok menghadap Pak Ronal". Kira-kira seperti itulah isi sms dari kepala suku di kelas saya, semester 7 jurusan akuntansi.
***
Awal menerima sms itu, memori ingatan saya kembali ke masa-masa berseragam dulu. Dimana yang tidak hadir harus menghadap guru untuk memberi tahu ketidakjelasan tidak hadir dikelas. Ahh,,itu masa-masa berseragam mana mungkin dibangku kuliah akan seperti itu. Saya terkikik sendiri. Mungkin akan diberi tugas, dan seperti itulah kejadiannya.

Keesokan harinya saya dan beberapa teman yang tidak hadir mendatangi ruang dosen tempat Pak Ronal. Berpeluh-peluh keringat yang kami hasilkan karena orang yang kami tuju setelah menunggu lumayan lama ternyata berada diluar kota. Kesal. Tapi untungnya beliau tidak meminta kami untuk datang keesokan harinya. Dia hanya meminta kami membuat lingkaran dan melihat siapa yang disebelah kiri kami kemudian mendeskripsikan teman yang ada disebelah kiri kami. Bingung! Pastinya itu yang ada dalam pikiran saya. Untungnya saya mendapatkan penjelasan dari Riris kepala suku kami dikelas. Ada tapinya nih,,saya tidak tahu apa yang harus saya tanyakan pada teman saya yang bernama lengkap Serri susanti manopo. Mumet. Benar-benar pening kepala saya. Ya ya ya.. saya sadar waktu terus berjalan dan semakin mepet hari H-nya.

Jumat malam, saya mencari apa yang harus saya tanyakan dan bagaimana saya menuliskannya nanti. Dan yah, sabtu pagi saya tahu apa yang harus saya tanyakan pada teman saya yang kami sekelas sapa “susan”. Seperti nama boneka yang sering menemani Ria Enes..:D

Ok..ok...apa yang ingin saya tahu tentang susan sudah ada dikepala saya dan biar tidak lupa saya mencatatnya. Well, Sabtu siang itu dengan semangat yang diempat limakan saya bergegas mandi, tapi sayang saya tidak bisa bertemu langsung dengan objek yang akan saya deskripsikan. Karena itu adalah hari sabtu dan Susan sudah memiliki keluarga dengan dua orang anak. Okelah. Saya maklum dia sibuk dengan keluarganya dan saya tidak bisa mengganggu gugat acara keluarga kecil itu. Tapi saya belum kehabisan akal dan masih ada cara lain untuk mencari tahu tentang dia.

Social media facebook. Itu alternatif yang terpikirkan. Ditengah – tengah saya sedang pacaran, buru-buru saya mengetik semua hal yang ingin saya tanyakan padanya dan segera mengirimkan ke akun facebooknya. Agak tenang. Tapi cukup khawatir juga. Waktunya benar-benar sudah mepet dan belum ada tanda-tanda dari susan menjawab apa yang saya kirimkan. “Mana handphone..mana handphone” ujar saya ditengah-tengah malam mingguan saya bersama pacar. Agak lesu saya menerima balasan sms dari susan “Maaf ya k’ tiwi. Nanti setelah anak saya tidur baru saya tulis trus dikirim”. Saya mikir. Kira-kira berapa lama saya harus menunggu. Sedang pacaran saja, mata saya minta istirahat. Nunggu dan nunggu. Belum ada yang dikirim. Okelah saya tidur.

Beres-beres rumah dan bergegas online. Syukurlah sudah ada tanggapan balik dari susan tentang apa yang saya ingin tahu darinya. Well, blogiest. Ibu dua anak ini tidak membutuhkan apapun karena yang lebih dia utamakan adalah kebutuhan anak-anaknya. Tapi hanya untuk saat ini. Ya ya ya,, saya mengerti. Kedua buah hatinya masih kecil mungil. Masih banyak yang dibutuhkan oleh kedua anak itu, wajar kalau Susan menyampingkan apa yang dia butuhkan saat ini. Dan itu sangat-sangat wajar. Karena ada ibu muda yang tidak bisa seperti dia. Yang lebih memperhatikan diri sendiri sementara anak mereka harus diurus oleh kakek nenek si anak.

Susan menjadi gelisah karena kebutuhan dari kedua buah hatinya adalah hal penting. Untuk kedua kalinya saya akan mengatakan itu adalah hal yang wajar. Susan masih duduk dibangku kuliah. Belum punya kerjaan tapi punya suami yang sudah kerja dan mampu menghidupi dia dan anak-anaknya. Tapi seorang ibu pastilah dia ingin ada penghasilan untuk menyenangkan anak-anaknya tanpa harus bergantung pada suami.

Sewaktu saya tanya “kenapa menikah muda?” susan menjawab “takdir dia menikah muda”. Saya tersenyum dengan jawaban itu. Iya memang takdir dan itu pilihannya untuk melangkah lebih awal dari teman sebayanya untuk menjadi seorang istri dan ibu. Dan menikah bukanlah identik dengan kesenangan, yah walaupun susan mengatakan kehidupannya menjadi sangat baik setelah menikah. Menikah kan bukan hanya disaat pesta adalah hal yang menyenangkan. Menikah itu perjalanan awal setelah ijab qabul yang menandakan seseorang siap menghadapi sepak terjang dan senyuman bahagia dan Susan membuktikannya. Dia bisa bahagia dan lebih baik setelah menikah.

Memilih kuliah disaat kondisi yang bukan single itu suatu jempolan untuk Susan. Dan itu keinginannya. Tentu saja Susan tidak hanya ingin membanggakan keluarga kecilnya sebagai seorang istri dan ibu yang hebat. Dia masih punya keinginan untuk membanggakan orang tuanya sebagai seorang sarjana. Blogiest tahu, pada semester lalu saat itu susan sedang mengandung anak keduanya. Beberapa minggu sebelum melahirkan susan tidak masuk kelas lagi. Tapi, baru dua hari dia melahirkan tiba-tiba saya melihat dia dan teman-teman di tangga depan ruang kuliah. Heran saja, setahu saya orang yang baru melahirkan harus istirahat tapi susan malah keliaran dikampus karena mau nimba ilmu.

Bagi Susan, mengejar kesenangan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan itu wajar. Tapi bukan berarti mendahulukan kesenangan. Bisa melewati saat-saat yang menyakitkan sehingga memperoleh kesenangan. Sangat disayangkan Susan meng-judge bahwa dia memiliki potensi yang lemah.
Susan memiliki sifat yang mudah marah dan bosan. Mungkin itu dikehidupan lain bukan di dalam kehidupan keluarga kecilnya. Karena sepertinya dia bisa sabar dan telaten mengurus anak dan suaminya. Buktinya? Dia menyampingkan urusannya dengan saya demi anaknya. Itu sudah cukup menjadi bukti dia mencintai peran istri dan ibunya dan kecil kemungkinannya rasa bosan itu menjadi besar dikehidupan keluarga kecilnya. Mengurus anak dan suami dan berusaha tetap hadir disaat dia harus istirahat setelah melahirkan karena dia merasa puas dengan apa yang dia lakukan untuk orang lain.

Susan merasa dia adalah manusia yang bahagia walaupun masih ada yang lebih bahagia dari dia. Diatas langit masih ada langit. Tapi baginya kebahagiaan yang berarti adalah keberadaan anak-anaknya. Berbeda dengan saya yang belum menikah. Susan tinggal memikirkan menyelesaikan studinya dan terus menjadi istri dan ibu yang lebih baik juga hebat.

Saya puas dengan percakapan tertulis kami...saya jadi lumayan tahu siapa Serri susanti manopo. Pilihan untuk menikah muda dan apa yang dia rasakan setelah menikah dan semangatnya untuk menyelesaikan studi S1-nya membuat saya merasa beruntung punya teman sekelas seperti susan. Walaupun baru 1 tahun lebih 2 bulan saya mengenalnya. Makasih yah mama Naya...:)

18/11/12

Ini Tentang Kamu ( Part 2 )

Setelah kejadian di dapur yang memakan waktu sekitar 10 menit suasana jadi hening. Aku diam diapun begitu. Ada sedikit rasa bahagia. Masih sedikit, mungkin karena awalnya aku berpikir absurd jika aku suka dengannya. Saat teman-teman selokasi meledek kami kata yang keluar dari mulutku yah "amit-amit". Setelah di dapur kita yang bersama diruang tamu hanya terdiam sambil mencuri-curi pandang (dulu banget :D).

Setelah itu biar teman-teman seposko tak tau yang terjadi antara kita, ingat kan? Pas kita pura-pura kayak waktu pertama nesu-nesuan..:D Aneh sih. Dan pengen ngakak pas tiba-tiba kamu datang didepan aku buat ngebantu bikin struktur organisasi. Rasanya gimana gituuu...Panas dingin cuy...:D

Bahagia. bahagia banget. Itu yang aku rasa. Tapi mungkin saat itu benar-benar tak tahu kalau aku tuh bahagia saking dalemnya rasa itu (bener loh, bukan ngegombal :D). Iyaa...hari-hari yang aku laluin bersama kamu setelah jadian sebelum libur pertama kita diposko rasanya gitu. Pertama rasanya bahagia kedua gak nyangka Tuhan menampar aku atas kata-kata dan keyakinan aku bahwa gak bakal jatuh hati ke kamu. Ampuuunn...

Ingat gak waktu kita mau pulang ke rumah masing-masing dengan jasa tumpangan temen kita pas mau masuk pertama puasa di bulan ramadhan kemarin... Kita duduk samping-sampingan. Merinding tau...:D Dan lucunya pas mau turun,,wajah dan kayaknya hati kamu berat buat ngebiarin aku untuk pergi..Ceileh :D aku ketawa-ketawa saja dengan teman-teman kita. Takut air mata keburu ngalir. Nanti mereka curiga kan..Pikirku waktu itu :D...Kangen banget pas kita tak bertatap muka. :(
Senangnya pas pulang lagi ke posko.. Dan teman-teman pake acara ke pantai plus jalan kaki. Bayangin puasa kita jalan kaki dari dusun 2 ke dusun 1 yang mungkin makan jarak sekilo...*gelenggeleng...:D

Bukan sok ngartis sih...gengsi saja buat buka-bukaan kalau dah jadian. Kan pernah ngomong gak mau atau apalah. Tapi akhirnya malah kepincut...:D
Akhirnya yah harus ngomong ke mereka...Parahnya bukan cuma heboh diteman kita saja. Bahkan masyarakat plus anak-anak kecil tahu...Dan ingat gak pas ada pertentangan tentang ini itu soal hubungan kita. Aku sih sempat kesal dan marah. Tapi kamu benar-benar penenang plus membuat aku nyaman dengan keadaan yang lagi buruk-buruknya. Aku merasa ada nilai-nilai positif yang berhasil menjangkit ke diri aku. Yah bersyukur. Banyak kesamaan sifat yang mungkin lebih membuat kita lebih mersa cocok dan nyaman...makasih tuhan untuk hadiahnya...:)

15/11/12

Prasangka, Cuek, Usaha, Everythinglah...!!!

Hampir setengah jam aku nunggu untuk bisa entri ni tulisan....Sumpah!! Bosan dan hampir ilang ati buat nulis....Tapi untungnya masih mau bersabar untuk menunggu...yo wes. Sepertinya aku tak boleh kebanyakan curhat about waiting. Cukup sampai disini dan let's to writing about right...( cengir ).

Salah!! Benar-benar salah jika kita berpikir lebih baik membiarkan pasangan dengan prasangka buruknya karena kita lelah menjelaskan bahwa yang dipikirkan salah. Mungkin sebagian dari kita berpikir, itu kita lakukan karena kita tak bisa untuk sabar atau lelah dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar. Membiarkan atau cuek dengan sikap pasangan itu malah membuat kita akan kehilangan dia.

Tahu gak? Saat kita memperlihatkan sikap cuek dan membiarkan prasangka buruk menempel dipikiran pasangan kita itu malah akan menambah prasangka buruk dan bisa saja pasangan kita akan kehilangan keyakinannya terhadap kita. Coba deh tanya pada diri kita lagi. Apa mau kita kehilangan orang yang sudah berhari-hari atau berminggu-minggu bersama kita. Apa mau kita kehilangan seseorang yang pada awalnya kita perjuangkan buat mendapatkannya atau kalau misalnya kita mudah mendapatkannya apa kita mau kehilangan orang yang telah memberikan rasa yang luar biasa selama hidup kita dibandingkan yang lain. Entah itu rasa nyaman, bahagia, atau saat melewati sedih dan susah bersama.

Kembali deh kita lihat ke diri kita. Mungkin kita sudah melakukan kesalahan sampai-sampai nih pasangan kita tak ada habis-habisnya berprasangka buruk ke kita. Everyday and everytime. Dan mungkin saja kita yang dulu sudah melakukan kesalahan sadar dan berusaha memperbaiki kesalahan tapi nih blogiest tetap saja sesi curiga-curigaan tak hilang. Sebaiknya jangan dulu kita menyalahkan pasangan yang menurut kita tidak menghargai usaha kita atau apalah. Kembali kita merenungi diri. Mungkin niat kita belum tulus atau bisa saja salah niat. Karena gak mungkin kan jika kita menganggap kita sudah tulus tapi toh pasangan kita tetap saja seperti itu. Kita menjalin hubungan pastinya berkomitmen dengan pasangan kita, ada tujuan akhirnya. Yah mestinya ada kesungguhan dari niat kita. Karena bisa saja nih pasangan kita memang percaya kita gak ngapa-ngapain. Tapi dia butuh sesuatu yang benar-benar membuat dia yakin bahwa kita tidak seperti itu. Kecurigaan yang berlebihan pasangan kita itu bisa saja adalah bentuk kekecewaan dia terhadap kita. Kita semestinya tak bisa seutuhnya menyalahkan pasangan kita yang sulit mempercai kita kembali. Karena dari ketidakpercayaannya dia ke kita ada campur tangan ulah kita juga kan.

Tapi beda nih, jika pasangan kita benar-benar cuek bebek. Mungkin saja ada yang telah memperhatikan dia. Tapi tak semua seperti itu kok. Karena itu kembali ke indivu masing-masing dan apa komitmennya dalam menjalani hubungan.

Ada baiknya nih, kita jangan terlalu membiarkan pasangan terus menerus dalam kecurigaan dan amarah. Karena mungkin orang yang akan menenangkan dia hanyalah kita. Ingat deh awal dari jatuh cinta pertama kali. Walaupun gak romantis pasti ada yang berkesan, jadi gak harus pasrah kan. Dalam menjalani hubungan ada saja ujiannya. Tergantung kita bagaimana melewatinya. Ingat juga nih blogiest, jangan terlalu santai jika pasangan memberikan posisi aman. Karena dari situlah kita akan diuji. Inget, pasangan yang terus menerus curiga bukan berarti dia mau mempermainkan perasaan dan nyiksa batin kita (tinggi bahasanya yah..:D )tapi dia butuh keyakinan lebih dari awal dia bersama kita. Perjuangan untuk cinta itu bukan hanya diawal tapi disaat kita sudah menapak jalan bersama tetapi banyak yang sudah menyerah sebelum benar-benar berjuang.

13/11/12

Ini tentang Kamu

Ini tempat awal aku dan kamu bertemu...lebih tepatnya berinteraksi lebih jauh. Awalnya kan kita bertemu..ngggngg...jurusan fisika. Aku lupa apa nama tempatnya.Sama sekali tak ada harapan bisa punya pacar ditempat kks. awal sebelum keberangkatan suasana yang terjadi diantara kami biasa-biasa. No feeling yang berarti. Dalam pikiran dia kekanakan dan aneh. Itu saja. sesampainya di lokasi kami hanya bicara seperlunya tentang posko kami. Selanjutnya tak ada pembicaraan spesial, karena kami sibuk membenah dan membersihkan posko. Malamnya kami bertujuh berbincang-bincang diruang tamu. Dan mungkin dari situlah kami mulai saling bercekcok. Entahlah. Dia benar-benar bikin geger. Apa yang aku ucapkan selalu disinisin olehnya. Respon seperti itu berlangsung hingga keesokkan harinnya. Tak enak juga punya rekan tapi bikin mumet...
Foto ini hari kedua di lokasi kks. Dan dihari-hari sebelumnya kami yang memang sering bercekcok jadi dijodoh-jodohkan oleh teman. Saya yang memang usil, banyak menggoda...Tapi malah jadi terdiam kalau dia mmalah menanggapi serius...
Ini foto setelah kami makan siang. Setelah itu keadaan menjadi kaku. Lebih tepatnya aku yang jadi keki. Malamnya, aku lupa entah kenapa kami bisa berada di dapur. Entah iseng atau apa aku tetap menggoda dia. Ditanggapi serius dan datar saja. Kami jadian. Ada rasa senang dan juga heran kenapa alurnya jadi begini. well intinya saya bersyukur. Aku tidak berharap apa-apa dan hanya bersyukur... (Bersambung).....

22/08/12

>> CINSI ^_^

Sebenarnya nih, saya niatnya mau posting dari jumat kemarin. Tapi, sumpah!!! super sibuk. Nah kemarin mau entri postingan, tapi kayaknya dua artikel yang mau di entri keburu kadaluarsa :D Sebenarnya juga nih, malas juga mau posting. Buntu plus lagi kurang fit.......:) ok deh, to the point aja yah bloggiest. Gini, minggu kemarin saya kepikiran tentang sesuatu yang lagi-lagi nih soal cinta. :D

CINSI atau CINTA LOKASI :D,, maksa banget yah singkatannya ( bodo' ah). Ini karena ruang dan waktu. Padahal belum lama kenal, padahal cuma sering sama-sama dalam kegiatan ini itu atau segala sesuatu yang mungkin membuat adanya sering bersama tapi hanya dalam periode waktu tertentu. Atau karena saling bertukar pendapat dan diskusi yang intens akhirnya jadi lebih dekat. Sebenarnya sih wajar dan banyak juga orang yang mengalaminya. Dan bukan hanya dikalangan artis saja ( catet itu !! :D ). Nah, banyak kata orang dan banyak pendapat orang, cinta lokasi gak akan bertahan lama, karena hanya pas sama-sama saja disatu tempat dan waktu. Dan bahagianya cuma diawal-awal akhirnya yah hancur lebur.

Kalau dipikir-pikir lagi nih, semua yang namanya hubungan cinta yah namanya cinta lokasi. Coba yah bloggiest mikir, orang yang satu kelas trus jadian, cinlok kan namanya. Orang yang satu kompleks trus jadian, cinlok juga kan, orang yang satu organisasi, satu kampus, satu universitas, satu kota, dll, trus jadian tetap cinlok kan namanya. Ya iyalah!! :D kalau gak da lokasi gimana bisa ketemu ma pasangannya, gimana bisa jadian. Mo itu kebersamaannya singkat atau lama. Tetap saja namanya cinlok. Aturan darimana kalau yang cinlok cuma sebentar.

Sebenarnya nih yah bloggiest, bukan salah cinloknya tapi salah orang yang menjalani cinlok ( padahal yah, namanya cinta kan suci, DINODAI..:D). Mo kalian pria atau wanita yah selektif saja jika timbul benih-benih cinta disekitar anda. Selektif disini bukan berarti milih sana milih sini, semuanya diembat. BUKAN! Tapi lebih berhati-hati saja memutuskan untuk memilih. Jangan sampai menjalin suatu hubungan karena hanya mencari kenyamanan semu ditengah-tengah kepenatan atau biasa disebut PELARIAN. Jadian dan menjalani suatu hubungan itu sebaiknya memilki alasan yang tepat. Karena biasanya ketika kita memanfaatkan suatu hubungan atau memanfaatkan seseorang hanya untuk kepentingan dan ego yang tinggi tanpa disadari kitapun dimanfaatkan oleh orang yang kita manfaatkan. Segitu dulu yah bloggiest..:*

20/07/12

Formasi Perasaan

Hi, blogiest. Hehe...sebenarnya ni tulisan mau saya posting malam kamis kemarin. Tapi, jaringan malah bercanda gak tau sikon gitu............. Formasi perasaan, pasti kalian semua bingung kenapa saya harus menjudulkan tulisan ini seperti itu. Kan ini bukan perang,,bukan dance,,atau apapun hingga harus ada formasi. Benar sekali apa yang kalian pikirkan. Emang bukan semua itu. Blogiest, beberapa kali saya harus dihadiahi Tuhan dengan patah hati, disaat saya merasakan kasih sayang. Tapi itulah salah saya. Saya terlalu menuhankan pasangan saya sehingga Tuhan cemburu dan mengambil kembali hadiahnya ( Memang Dia berhak). Awalnya saya marah dan kecewa dengan sikap Tuhan, yang selalu merampas apa yang saya sukai, sehingga saya terkadang melampiaskan amarah bukan pada tempatnya, marah kepada Tuhan ( terlalu banget yah! ). Tapi setelah saya tidak bisa mengontrol diri saya, saya sadar sangat tidak pantas saya seperti itu. Saya berpikir, saya harus menjadi seorang Tiwi yang baru, yang tidak lagi terkungkung dengan kisah-kisah, amarah, kecewa atau apapun di masa lalu. Pemikiran seperti itu membuat Tuhan mungkin menjadi senang, dan menghadiahi saya seorang pria ( lebih muda dua tahun dari saya ), tapi tak bertahan lama karena setelah itu Tuhan mengambilnya kembali. Wah saya bingung, ni kenapa yah? Kok Tuhan senang banget becandaiin saya. Kemudian saya memutuskan untuk menungg dia. Tetap terus menyayanginya, yah walaupun tidak sedikitpun dia membalasnya. Saya berpikir lagi, loh kok saya se bego ini yah? nunggu orang yang tidak pasti sedangkan mungkin Tuhan telah menyediakan seseorang yang lebih baik dari orang-orang yang menyakiti saya. Jadi ingat kata sahabat saya, tapi lupa apa itu nanda, en, atau riris. Pastinya diantara mereka pernah ngomong, ini masalah hati dan jangan coba-coba juga...(saya lupa _:D ). Penuh pertimbangan, penuh pemikiran, apa yang harus saya lakukan? melarikan diri dari cinta atau membencinya? sepertinya tidak keduanya. Sepertinya saya harus mengatur kembali formasi perasaan saya. Saya tidak harus mencari-cari lagi. Saya menunggu Tuhan menghadiahi saya seseorang yang akan mencintai juga menyayangi saya seperti yang belum saya rasakan. Karena terkadang ketika kita mencari malah kita akan kehilangan. Ingat juga kata-kata k'arif, senior saya di studio, waktu ada yang meminta dicarikan pacar. Katanya "Pasangan itu bukan dicari tapi dipilih", kata-kata itu bagi saya sangat-sangat bermakna. Artinya dalam, dan hanya akan dimengerti hanya orang-orang yang mau memahami. Saya tidak mencari ataupun menunggu siapapun. Enough!! Semua saya serahkan pada yang berhak atas hati saya. Saya menjalani dan menikmati nikmat yang Tuhan beri, entah itu nikmat bahagia ataupun nikmat kesedihan. Dalam diri saya selalu saya tanamkan, dibalik satu kesedihan Tuhan menyediakan dua kebahagiaan. Seperti yang mungkin sering kita dengar, syukurilah apapun maka Tuhan akan menambahkan Rahmatnya. Well, apa yang saya rasakan sekarang, benar-benar diluar dugaan saya. Semua rasa bahagia yang saya alami, mengalir begitu saja dan berawal dari rasa tidak suka. Proses. Dan saya sangat menghargai yang namanya proses. Semua terjadi dan terjadi begitu saja. Saya tidak tahu kenapa harus seperti ini, aneh dan lain. Saya tak tau harus ngomong apa. Jujur nervous ketik tulisan ini. Saya terkadang malu sama Tuhan. Saat saya membencinya Dia malah memberi banyak hadiah untuk saya. Dan blogiest, jujur yah. Saya adalah orang yang paling anti mendekati Tuhan saat saya marah padanya, saat saya sedang sedih. Kenapa? Karena kesedihan saya, sayalah yang mencari-carinya kenapa saya harus mengadu padanya atas kesalahan saya, saya tau Tuhan akan mengampuni saya. Tapi Tuhan itu selalu meng-set kita untuk bahagia, datangilah dia dengan kebahagiaan dari-Nya. Hhhhhhhhhh,,,saya mungkin ada rasa sedikit bangga pada diri saya. Karena bisa mengatur strategi untuk Formasi Perasaan saya. Dan saya masih harus terus belajar. Terima Kasih Tuhan, Segala puji bagi-Mu,,biarkan saya menjalani semua ini dengan bahagia sesuai porsinya,,lindungi dan naungi saja kami,,I believe U GOD....:*

19/07/12

Breaking Point

Tiba-tiba saja ide untuk menuliskan ini muncul saat nonton sebuah film. Nah, beberapa waktu yang lalu saya benar-benar bingung mau menuliskan apa. Bolak balik di blog buat entri tulisan tapi benar-benar blank. Dan akhirnya menemukan sesuatu yang mungkin cuma ide biasa-biasa saja. Tapi mengertilah, munculnya ide ini harus bergelut dulu dengan pikiran dan ketiadaan ide. Okey, let's to my mind... Setiap orang yang mengalami sebuah trauma hidup atau apapun namanya itu secara tidak langsung akan membuat diri kita, membuat titik batas untuk sebuah perasaan, sebuah langkah, sebuah mimpi atau apapun namanya yang pasti disebut batasan. Hal ini mungkin karena kita terlalu takut akan berada disebuah resiko yang berat karena kita melangkah maju untuk mencapai apa yang sebenarnya dikatakan oleh hati kita. Emang sih, hal-hal yang membuat kita patah hati itu atau bersedih karena kita terlalu banyak keinginan namun kita tidak bisa mencapainya. Mempunyai keinginan itu penting. Melangkah maju itu penting. Kenapa kita harus takut? Asalkan mempunyai batasan untuk tidak terlalu berharap penuh. Dan coba bayangkan deh, disaat kita terpuruk, orang-orang yang telah menodai hidup kita dengan kesedihan malah sedang bersenang-senang ataupun mereka sedang menertawakan kita. Memang mungkin itu terlihat mudah untuk dikatakan. Tetapi jika kita terus berada di titik yang sama kapan kita bisa maju? kapan ada kalimat, kapan ada warna, kapan ada cerita, kapan ada kisah baru? Jika misalnya ini masalah perasaan, jika memang sebenarnya orang yang ada didepan kita adalah hadiah Tuhan atas sakit hati yang kita rasakan, kenapa kita tidak menangkapnya dan menjaganya menjadi milik kita? Kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali. Bisa saja Tuhan akan menutup peluang kita, karena kita terlanjur marah pada Tuhan atas perlakuan-Nya kepada kita. Bukan Tuhan yang membuat kita patah hati, kitalah yang tidak mengukur porsi agar kita tidak patah hati. Dan ketika Tuhan menggantinya dengan orang yang baru, jangan coba-coba deh jual mahal. Tuhan memang meminta kita untuk memilih tapi bukan berarti terlalu pilih-pilih. Selektif itu perlu. Tapi bukan berarti menjadi terkesan sok jual mahal dan pemilih. Dan itu menjadi sikap kita terhadap Tuhan terkesan sombong. Melanggar titik batasan yang kita buat untuk merasakan kebahagiaan adalah WAJIB dilakukan. Hidup hanya sekali. Ada banyak hal indah yang melewati kita tapi kitanya cuma diam ditempat yang sama. Gak salah kok kita mencintai orang, yang salah itu yah kita terlalu mengharap penuh. Dijalani saja hidup ini seindah-indahnya dan sepositif thinking. Ingat yah, hidup cuma sekali. Sayang banget harus dijalani dengan kesedihan dan kebahagian yang dibuat-buat. Perlakuan kita terhadap kehidupan menentukan sikap kehidupan pada kita. Apa yang Tuhan berikan didepan kita itulah yang seharusnya kita ambil. Nikmati dan syukuri Rahmat-Nya.

29/05/12

Me???

Ada yang harus saya ubah secara besar-besaran dalam diri saya. Pertama, cara saya mengontrol diri saya dan cara berpikir saya. Ketidakmampunya saya untuk mengontrol diri dan cara berpikir saya yang dulunya menuju ke negatif, contohnya curiga yang mungkin berlebihan. Yayaya...awal yang mengajarkan pertama kali adalah orang yang lebih muda 2 tahun dari saya. Mengajarkan saya bagaimana berpikir positif disaat keadaan dan situasi terburuk...Hmmm tapi jika diingat-ingat lagi awalnya saya belajar sendiri untuk berpikir positif disaat saya berada dalam situasi yang terburuk. Dan itu SULIT!! Tapi atas partisipasi dari pacar saya saat ini, saya bisa belajar bagaimana berpikir positif itu disaat situasi yang dia berikan kepada saya benar-benar buruk. Well, saya bisa sedikit demi sedikit me manage otak dan hati saya menuntunnya ke arah positif. Berhasil walaupun sedikit, tapi setidaknya ada peningkatan pada diri saya dalam cara berpikir. Itu belum sempurna, karena masih kurang untuk itu. Kemudian kemudian saya bertemu lagi dengan orang yang mengajarkan saya bagaimana saya seharusnya pada diri saya dan pada orang lain dalam bersikap. Intinya saya harus tegas dan berhak atas diri saya sendiri saat orang lain, siapapun itu yang akan mencoba ataupun berniat untuk menguasai diri saya dalam bentuk apapun. Saya diperlihatkan betapa bodohnya saya sehingga bisa jatuh dan jatuh lagi, padahal sayapun tahu saya akan jatuh jika salah melangkah ataupun melompat. Well,,,Makasih banyak-banyak yah. :)

16/05/12

Pilih Mencintai Apa Adanya atau Ada Apanya????

Mencintai apa adanya atau ada apanya? hayoooooooooooo.... pasti dari kalian semua akan mengatakan mencintai apa adanya dong, masa ada apanya!! It’s false! Itu menurutku. Oke oke, jangan dulu mencibir atau berkomentar apa-apa tentang pendapatku... dalam tulisan ini aku akan menguraikan alasan kenapa aku mengatakan bahwa mencintai itu ada apanya bukan apa adanya. Awalnya akupun tak setuju dengan itu. Pernyataan itu dilontarkan oleh pacara adikku. Namun setelah mendengar penjelasan singkat aku mengerti kenapa mencintai itu ada apanya bukan apa adanya. Okey, let’s to explain. Begini yah, saat kita mencintai apa adanya maka kita selalu dianggap adalah seorang yang jempol karena bisa menerima apapun kondisi lahir batin atau apapun dari pasangannya. Yah itu bisa dikatakan benar. Tapi jika kita telah mencintai seseorang namun karena saking terima apa adanya kita terhadap pasangan kita maka kita akan terima apapun perlakukan pasangan terhadap kita. Entah itu diselingkuhin, dipukul, diatur ini itu, everything. Ini bukan hanya dari segi negatif loh. Karena, jika seseorang sudah mencintai orang lain maka, yang ada adalah menutup telinga dan mata saat pasangan melakukan hal seperti itu terhadap kita. Okey, jika menerima apa adanya kekurangna dia (misalnya dari segi latar belakang, face atau pendidikan) tapi untuk kekurangan dia seperti yang telah saya sebutkan diatas, sepertinya kita adalah manusia bodoh dan benar-benar seperti yang dikatakan orang-orang bahwa cinta itu buta (buta mata hati dan pikiran untuk orang-orang seperti ini). Lho kok mau diselingkuhin? Dipukul? Atau apalah itu namanya. Kalau jawabannya misalanya seperti ini “aku sudah cinta mati”, atau gak apalah, toh ujung-ujungnya dia akan kembali ke aku juga. Pemikiran yang benar-benar stupid. Cinta bukan berarti rela untuk diperlakukan buruk lho! Ketika kita mencintai apa adanya dan diperlakukan tak pantas, kita berhak untuk mengambil keputusan untuk berhenti mencintai dia. Ya iyalah harus berhenti. Kenapa harus menunggu pernyataan putus atau apalah. Kita berhak mengambil keputusan saat rasa yang kita miliki, cinta yang kita punya dibalas dengan air tuba. Kenapa harus ragu mengambil keputusan saat kita diselingkuhin atau diperlakukan semena-mena oleh pacar yang tak bermoral? Kita hanya dibutakan oleh rasa yang sebenarnya salah untuk ada dalam hati kita. Masa kita harus memelihara cinta haru mempertahankan cinta yang abnormal??? Nah itu dia kenapa kita mencintai lebih baik ada apanya (eitsss... bukan melihat ke sisi karena ada maunya dalam bentuk materi atau sesuatu yang wah). Mencintai ada apanya lebih ke bagaimana kita melihat seseorang sebelum kita memtuskan mencintai dia. Misalnya mencintai dia karena melihat apa orang tersebut ada setianya? Ada komitmen hidupnya? Ada tujuan hidupnya yang real? Ada rasa tanggung jawabnya? Atau hal-hal lain yang akan membuat kita menjadi orang yang beruntung karena mencintai dan memilih dia (sampingkan dulu tentang kaya tidaknya dia atau tampan tidaknya dia). Memang itu bagi sebagian orang akan berpendapat bahwa belum tentu juga akan menjamin akan awet atau tidak diperlakukan baik oleh pasangan. Tapi coba kita lebih ke logikanyalah. Jika kita lebih menilai orang dari sisi itu setidaknya akan membuat kita lebih nyaman menjalani hubungan. Terjamin kita akan diperlakukan baik. Memang semua itu kembali pada individu masing-masing. Nah, kalau pasangan kita mempunyai jalan dan prisip hidup terarah untuk dirinya sendiri, dia juga bisa membawa kita dalam hal-hal baik yang dia terapkan dalam hidupnya. Mencintai, berpasangan, menjalin hubungan adalah untuk mencari pelengkap kekurangan kita, mencari orang yang bisa membantu mengarahkan hidup kita, mencari orang yang mampu menegur kita saat kita salah dalam melangkah, mencari orang yang mampu terbuka dengan kita, mencari orang yang bisa mendengar keluh kesah, manis manja atau apalah itu, mencari orang yang mampu berkomitmen dengan kita untuk akhir hidup yang baik. (sulit? Tak ada yang sulit untuk kita dapatkan di dunia ini asalakan kita baik pada Tuhan dan meminta pada-Nya pasangan seperti itu).

14/05/12

MONDAY,,ada apa dengannya???

Monday, Senin!!!! I hate Monday,,bla bla bla. banyak keluhan ini itu saat dikolong hari senin. Entah itu dari kalangan pegawai, siswa smp, sd, sma, atau mahasiswa, yang tak suka atau apalah namanya dengan hari senin. Entah apa penyebab dari mereka-mereka yang tidak menyukai hari senin. Monday?? Ada apa dengan monday? Sepertinya monday hanyalah hari yang seharusnya diawali dengan moment-moment yang indah bukan diisi dengan keluhan dipagi buta (Right??). Memang hari senin adalah awal dari berbagai kegiatan. Jika dikantor-kantor diawali dengan apel pagi, jika di sekolah-sekolah akan di awali dengan upacara bendera. Jika mahasiswa akan di awali dengan kuliah yang mungkin tidak disukai.Tapi coba pikir, apa salahnya hanya meluangkan waktu untuk apel pagi dan upacara. Toh semua orang bersama-sama melaksanakan apel dan upacara tanpa terkecuali, malah diwajibkan untuk semua orang. Kadang saya berpikir kenapa semua orang harus mengeluhkan berbagai hal dengan hari senin? Hari senin tidaklah mempunyai salah pada kita, yang salah adalah cara kita memperlakukan hari senin dan mengisi hari itu dengan hal-hal yang tidak berguna atau keluhan-keluhan yang sebenarnya tidak harus terucap (perkataan adalah do'a, lho!!!). Coba sedikit saja kita berpikir monday is lucky...pasti semuanya akan menjadi menyenangkan. Dulu saya adalah orang yang sangat tidak menyukai hari senin.Tapi seiiring berjalannyya waktu (Ceileeee,,:D) saya jadi menyukai senin jadi mencintai monday....berpikir positif saja bahwa akan ada hal-hal baru, akan ada keberuntungan-keberuntungan baru yang akan datang pada kita. Bersyukurlah karena hari ini masih tuhan beri. Jika tidak kiamat sudah...!!! :D

13/05/12

Pusing Juga Mendesain Blog Sendiri

Wow.....sudah lebih dari 3 tahun saya punya blog. Tapi rasanya iri kalau saya melihat blog-blog yang sudah sangat maju, antah itu aplikasinya atau tetek bengek yang lain dari blog-blog lain. Saya punya waktu untuk melakukan hal-hal itu, tapi saya super sibuk sendiri lebih tepatnya tidak peduli dengan keberadaan blog saya. Finnaly, saya harus belajar lagi. Dan itu harus saya lakukan. Sejak dulu saya bermimpi mempunyai satu media dimana saya bisa mencurahkan isi hati saya dan menuliskan berbagai hal yang ingin saya tulis, tapi sepertinya semua terbatas pada ide saja. Tak pernah saya kembangkan menjadi sesuatu. Kemudian setelah diusung rasa ingin membuat blog saya lebih waahhh, kembali saya mengotak ngatik segala sesuatu dalam blog. Hasilnya, membuat saya senang. Tapi itu hanya bertahan sementara. Karena saat jalan-jalan diblog milik orang lain kembali saya down dengan blog sendiri. Berpikir "kok bisa ya saya tidak bisa seperti mereka? kok bisa saya hanya begini-begini saja? kapan saya bisa maju atau lebih dari semua blog itu?" Dan yeaaaaa,,saya mendapatkannya. Berkat browsing dan cari tahu disan disini soal blogger, saya berhasil mengubah template de el el. Yahhh walaupun belum bagus-bagus amat. Tapi lumayan lah lebih baik dari kemarin-kemarin. Tapi tak berhenti disitu tetap saja saya ingin lebih lebih dari itu tampilan blog saya. Kalau ada yang bisa kasih info saya bagaimana membuat tampilan menjadi lebih baik please infonya yahhhh........

07/03/12

Patah Hati Itu ternyata Berarti ^^

Patah hati. Semua orang yang menjalin hubungan atau sedang jatuh cinta pasti akan melarikan diri dari kata-kata itu. Kata-kata yang bisa membuat galau sampai berhari-hari. Yang bisa membuat nafsu makan berkurang berhari-hari,,and bla,,bla,,yang menyakitkan dan membuat diri rasanya seperti akan ditelan bumi hidup-hidup.... Aku contohnya,,saat begitu bahagianya menjalin hubungan yang akan masuk dalam perhitungan tahunan ke 2,,tiba-tiba atau bisa dikatakan SENGAJA disakiti...crap! Menyebalkan memang. Menyakitkan juga. Tapi menyenangkan juga,,karena pasca patah hati, Tuhan mengenalkan aku dengan laki-laki brengsek lainnya. :D Setelah melewati beberapa step yang membuat diri benar-benar merasa paling buruk,,,aku bisa bernapas lega. Bukan karena mendapat pengganti yang juga berusaha menipu perasaan aku yang benar-benar jatuh,,tapi aku merasa bahwa Tuhan itu sayang aku. Kata mama, "jika laki-laki meninggalkan kamu berarti dia bukan yang terbaik untukmu". Yups, kata-kata itu kata-kata mujarab pertama yang menyadarkan aku, bahwa dia yang meninggalkan aku bukan pria yang baik untuk aku... Kemudian kata-kata dari sahabat yang baru aku kenal, "ka tiwi,,tak usah lagi berharap. Toh dia sudah menyakti,,untuk apa berharap??" Banyak pendukung saat aku sedang patah hati benar-benar membuat aku bisa tersenyum. :D Dan maksud dari judul postingan aku kalau patah hati itu berarti,,aku bisa merasa lebih dekat dengan gadis-gadis baik yang baik,,walaupun usia mereka dibawaha aku mereka bisa membuka pikiran aku,, Dannnn walaupun aku mengambil keputusan kembali lagi,,,mereka menghargai keputusan aku,,, Aku tidak meminta banyak kawanku cukup do'akan saja aku sukses dunia akhirat,,do'aku juga untuk kalian... Love..:*

09/01/12

Dia >> Rina

“Na, 3 bulan lagi kamu lahiran. Apa tidak ingin mencari suamimu?”
“Untuk apa? Dia juga kan yang meninggalkan aku.”
“Tapi setidaknya kamu meminta dia untuk kembali. Kasihan anakmu nanti.”
“Jen, bukan hanya sekali aku meminta untuk dia kembali. Dia memintaku berubah dengan sikapku. Tapi saat aku bisa merubahnya, mengerti segala keinginnya walaupun aku tak menyukainya, meredam segala emosiku. Dan aku berhasil. Tapi saat masalah yang sangat sepele dia langsung pergi meninggalkan aku yang sedang mengandung, tanpa berpikir sedikitpun aku dan anaknya”.
Jenne hanya manggut-manggut mendengar penjelasanku. Jenne teman kerjaku sekaligus sahabat baikku. Orang yang paling mengerti tentang diriku. Dan selalu siap ketika aku dalam masalah dan butuh bantuan.
“lalu bagaimana persiapan melahirkan nanti?”
“sejauh ini aku tinggal mengumpulkan uang untuk melahirkan dan mengontrak rumah. Makasih ya Jen. Kamu sahabat yang paling baik.”
“Apa dia pernah mencarimu?”
“Sama sekali tidak. Entahlah, kalaupun harus berburuk sangka, dia mungkin jenuh padaku dan lupa segala komitmen dan pernikahan kami. Dan awalnya tidak seperti ini. Aku menyesal, tapi untuk apa. Menyesalpun tak akan membuatnya kembali. Suami yang selalu ada untukku dan selalu menyayangi juga mencintaiku.”
“iya, na. Na apa kamu tidak menyayangi dan mencintai suamimu lagi?”
Aku menatap Jenne lama. Kurasa kantong air mataku penuh dengan pertanyaan Jenne tersebut.
“Aku masih sangat mencintainya,Jen. Bahkan saat dia membuatku sakit dan meninggalkanku juga saat orang tuanya memintaku untuk meninggalkan dia. Mestinya pertanyaan itu kau tanyakan padanya, karna pertanyaan itu lebih pantas untuknya.”
“Maaf, Na. Tadi kamu bilang orang tuanya memintamu untuk meninggalkannya?”
“Ya begitulah. Lebih tepatnya, ibunya yang memintaku. Kata beliau lebih baik aku meninggalkan dia dan mencari orang yang bisa membuatku senang daripada dengan suamiku yang selalu menyakitiku”.
“Kok ibunya seperti itu, na? Apa dia tahu saat itu kamu sedang mengandung”.
“entahlah Jen, aku tidak tahu kenapa ibunya bisa setega itu mengatakan itu. Dia belum tahu saat itu aku mengandung. Jen, yuk. Sepertinya kita sudah terlalu lama istirahat.”
Rina wanita yang memang harus siap untuk membangun dirinya sendiri apalagi dia dalam keadaan hamil. Dia harus mengurus semua keperluan saat mengandung sendiri tapi sesekali Jenne membantunya. Rina harus mengungsi jauh-jauh meninggalkan segala sesuatu yang membuatnya terluka. Suaminya dan mertuanya.
3 bulan kemudian rina melahirkan. Hanya jenne yang ada saat itu. Setelah melahirkan beberapa teman kantor Rina membesuk Rina. Jenne sempat khawatir. Karena Rina sempat mengalami pendarahan dan membtuhkan darah. Tapi semua berjalan dengan lancar.
“Na, apa kamu tetap tidak akan memberitahu suamimu?”
“Jen, aku tidak perlu meminta dia kembali dan meminta dia untuk mencintai dan menyayangiku lagi. Bukan hanya sekali aku mengatakan padamu, Jen. Dia yang pergi meninggalkan aku. Aku diperlakukan seperti sampah oleh suamiku sendiri dan mertuaku. Dan aku sudah meminta dia kembali dan memohon padanya. Tapi walaupun kembali dia meninggalkanku lagi, Jen. Di dunia ini, memiliki Nada putriku itu sudah sangat membuatku bahagia tanpa harus bersama suami yang meninggalkanku.
“Tapi, Na. Nada juga anak dari suamimu, Na”.
“Nada adalah anakku. Aku yang mengandungnnya, dan mengurus diri sendiri saat sulit aku mengandung. Aku menjaga nada sendirian. Aku melahirkan Nada hingga pendarahan. Suamiku hanya menitip benih. Apa aku harus begitu. Aku akan tetap memberitahu Nada siapa ayahnya. Tapi akan aku katakan ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat dan tidak ditemukan lagi jenasahnya. Nada tidak perlu ikut-ikut merasa sakit karna mengetahui seperti apa ayahnya memperlakukanku.”
“Jen, saat akad nikah dia berjanji padaku akan selalu menjagaku, selalu ada untukku, menomorsatukan aku, dan mencintai juga menyayangiku. Tapi dia lebih memilih emosinya. Lebih memilih amarahnya. Aku sudah memberitahunya secara halus dan keras tapi tetap sia-sia. Aku wanita yang dia pilih. Sudahlah Jen. Semua sudah terlambat untuk memutar waktu”.
Jenne tidak berkutik sedikitpun. Dia hanya mendoakan kebaikan untuk Rina. Tapi setelah itu Rina pindah dan mendapat kabar bahwa Rina dan anaknya kecelakaan pesawat terbang saat melakukan perjalanan ke Jawa.