16/03/13

Kamu #Part 2

Kebahagiaan saya yang besar karena selalu dikumpulkan diredam karena selalu meluap.
Kamu tahu,,saya suka senyum-senyum sendiri kalau katanya apa yang pernah saya bilang itu sebatas kebahagiaan telinga doank..ahh kamu. bisanya berfikir kayak gitu padahal kamu sudah merasa bahagia cukup dengan duduk berdua dan menikmati segelas kopi bersama.

beberapa malam yang lalu katanya saya diberi kebebasan untuk melepasmu. Ahh kamu...semudah itu mengatakannya padahal kamu tahu betapa besar rasa ingin memiliki dan ingin selalu bersama...begitu juga kamu. iya kann??

pahitnya perpisahan membuat saya untuk mengambil keputusan berhenti meminta sosok untuk menemani hidup saya berhenti merasakan yang dinamakan cinta sayang. Ssaya muak.

saya tidak pernah berfikir akan bertemu sosok kamu ditengah pahit dan jeleknya keadaan itu. Tak pernah terbayangkan ABC Mocca akan jadi teman kita berdua pas lagi menikmati suasana..mo itu hujan, panas, lagi gak mood, lagi damai-damai, ataupun lagi berantem..:)

Akhir-akhir ini kita berdua salah persepsi baik dari kamu ke saya ataupun dari saya ke kamu. Dari pendapat saya, kita berdua tidak bisa melihat dari hati saya ke hati kamu ataupun sebaliknya. akhir-akhir ini kita berdua lupa kalau terlalu memetingkan amarah masing-masing. Menurut saya ataupun kamu chermistry antara kita sudah memudar. itu keliru..karena itu hanya perasaan kita saja. yang ada mungkin rasa bosan yang semestinya sudah kita tahu bagaimana mengantisipasinya.

Saya..,mengingat-ngingat kejadian diawal-awal jadian kami sangat-sangat membuat semua rasa bosan lenyap..
hmmm saya tidak pernah punya perhatian khusus pada laki-laki bertubuh imut-imut itu sejak diawal bertemu. kami tidak pernah akur, tidak pernah ada rasa yang hingar bingar seperti kembang api dimalam tahun baru. Semua terjadi datar-datar saja. Tapi kejadian didapur merubah semuanya. cara dia bicara, intonasi, cara dia menatap saya, dan mimik wajahnya membuat saya tertarik. Spontan kami mengikat diri kami satu sama lain. iyaahh..ddulu saya suka pdkt atau apalah namanya sebelum sampai ditingkat jadian. Tapi ini jauh berbeda..saya sama sekali tidak mengenal dia. siapa dan bagaimana dia saya tidak pernah tahu. kenal hanya saat turun kkn tahun lalu.

Semesta baik, tuhan keren,,saya yang kemarin harus menunjuk-nunjuk tuhan karena perpisahan dan sakit hati saya harus mengulum malu karena dapat kamu hadiahnya. Saya lebih bahagia..karena kamu bahagia juga dengan saya. Walaupun kamu berusaha meniadakan rasa yang ada, tapi tahu, Tuhan itu keren semesta itu hebat...dia malah membuka jalan antara saya dan kamu...Bersyukur...niar tau artinya kamu dan saya dipertemukan dan disatukan sama Tuhan...:)

NB:Tulisan ini saya tulis pas kamu #Aries Munandar Mooduto lagi asyik masyuk melantai sambil bermimpi dilantai (tidur) rkb...ah..kamu lucu dan bersahaja saja kalau lagi tidur..senang bisa liat kamu tidur....jadi ingat bahwa Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? :)

Kamuuu...:)

Pernah terpikir bahwa pertemuan kita akan menjadi sesuatu yang sempurna dari setiap mimpi saya. Ternyata tidak. Berbagai masalah muncul. Saya tidak cukup kuat menghadapi setiap masalah itu tapi saya cukup pintar untuk menyembunyikan semua masalah. Saya tidak tahu kenapa saya bisa kuat. Masih bisa tersenyum lega menghadapi sepelik masalah yang ada. Mungkin ada kamu. Ada bahu tempat saya bersandar. Ada tangan yang mengenggam menguatkan. Ada pelukan yang menenangkan. Saya yang tidak cukup kuat sedikit-sedikit merasa tumpuan saya bertambah karena kakimu. Beberapa minggu lalu diawal 2013 saya iseng bertanya tentang kebersamaan kita dan kita yang masih saling berantem dan masih bersama. Kamu hanya tersenyum dan berkata karena kita saling melengkapi. Santai dan dengan datarnya kamu berkata seperti itu. Tapi sepertinya itu dalam. Menyembunyikan masalah yang menjadi kebiasaan saya malah saya betah menyembunyikan perasaan bahagia saya bersama kamu. Jujur saya bahagia bisa bertemu dan menjadi pasangan kamu. Tapi saya terlalu takut untuk kehilangan rasa bahagia itu. Saya terlalu parno dengan kejadian-kejadian yang pernah saya alami. Dari berbagai kejadian yang saya alami selebihnya saat ini saya membutuhkan kepastian tentang tujuan saya dan kamu. Dan dari semua hal yang kita berdua alami dan lewati saya malah melihat parno saya berlebihan. Mungkin saya sekarang lebih egois menginginkan kamu selalu ada didekat saya. Saya ataupun kamu sama-sama tidak sempurna. Tapi keberadaan kamu dan hubungan kita membuat saya merasa semua itu sempurna. Seperti kopi tiwus walau tak ada yang sempurna hidup ini indah begini adanya. Sejujurnya saya parno akan kehidupan saya di masa lalu. Kelapangan hati kamu untuk menerima semuanya membuat saya semakin takut. Saya pernah diterima seperti itu dan pernah ditendang mentah-mentah karena semua itu. Walaupun kamu mengatakan bisa mampu menerimanya tapi penerimaanmu berat untuk saya terima. Saya takut untuk benar-benar tahu kalau saya sedang jatuh hati, sedang jatuh cinta. Saya takut akan kembali menjalin sebuah hubungan. Sebuah hubungan yang akan dibiarkan tumbuh tanpa keteraturan yang hanya akan menjadi hantu yang tidak menjejak bumi dan alasan cinta yang tadinya diagungkan bisa berubah menjadi utang moral, investasi waktu, perasaan, serta perdagangan kalkulatif antara aku dan kamu. Itu yang saya takutkan.
Hhhh........cinta itu sebenarnya butuh dipelihara. Ya ya bahwa disepak terjangnya yang mengejutkan, cinta ternyata masih butuh mekanisme agar mampu bertahan. Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming-iming besar, atau seperti ranjau yang tahu-tahu meledakkanmu- entah kapan dan kenapa.
Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikutkan disetiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalan bergandengan. Karena cinta adalah mengalami. Hhhh...itulah yang saya rasakan. Dia dan saya...entah itu siang ataupun malam saya ingin saat membuka dan menutup mata untuk berjalan di kedai-kedai mimpi saat terlelap saya inign ada senyum yang selalu saya rindukan, ada tatapan yang selalu membuat saya tak ingin berpaling.
Sayang cinta tidak hanya pikiran dan kenangan. Lebih besar, cinta adalah saya dan kamu. Interaksi. Perkembangan dua manusia yang terpantau agar tetap harmonis. Karena cinta itu hidup bukan Cuma maskot untuk disembah sujud.
Sayang saya itu butuh kamu. Setiap saat. Kamu tau?!!!