Ini kali pertama saya diceritain teman...hmm maksudnya dideskripsikan siapa sih saya?! Pas baca ni pos http://duakuntan.blogspot.com/2012/11/indah-kehidupan-seorang-tiwi.html
saya jadi merasa lucu sendiri. Inank, temen saya beberapa hari lalu tanya ini itu tentang saya. Ribet..dan saya juga bingung mau jawab apa. Kayak jadi tersangka dan harus mengatakan semua alur kejadian. Iyaaa,, saya tersangka dalam kajadian hidup saya. Senang ada orang bisa mendeskripsikan diri saya. Yah walaupun tidak sampai pada hal yang mendetail tapi apa yang teman ceritakan tentang saya itu sudah lebih dari cukup dengan kedetailan saya. Saya santai menghadapi masalah dan hal-hal yang membuat saya depresi. Jika hal-hal tersebut terlalu berat paling tidak saya menangis sejadi-jadinya. Selesai sesenggukan saya bisa tertawa lagi. Emang benar kata Inank saya merasa lebih bahagia dari orang lain walaupun saya tahu dan sadar ada yang lebih bahagia dari saya. Pokoknya saya berterima kasih atas hasil kerja keras teman saya itu. Gak nyangka saja, dia bisa merangkai kata-kata dari hasil wawancara minggu kemarin...makasih yah :)
27/11/12
26/11/12
Posts by : Admin
Chit Chat Sederhana Sampe Sedikit Gimmick" Resume Kehidupan "SUSAN"
"yang tidak hadir besok menghadap Pak Ronal". Kira-kira seperti itulah isi sms dari kepala suku di kelas saya, semester 7 jurusan akuntansi.
***
Awal menerima sms itu, memori ingatan saya kembali ke masa-masa berseragam dulu. Dimana yang tidak hadir harus menghadap guru untuk memberi tahu ketidakjelasan tidak hadir dikelas. Ahh,,itu masa-masa berseragam mana mungkin dibangku kuliah akan seperti itu. Saya terkikik sendiri. Mungkin akan diberi tugas, dan seperti itulah kejadiannya.
Keesokan harinya saya dan beberapa teman yang tidak hadir mendatangi ruang dosen tempat Pak Ronal. Berpeluh-peluh keringat yang kami hasilkan karena orang yang kami tuju setelah menunggu lumayan lama ternyata berada diluar kota. Kesal. Tapi untungnya beliau tidak meminta kami untuk datang keesokan harinya. Dia hanya meminta kami membuat lingkaran dan melihat siapa yang disebelah kiri kami kemudian mendeskripsikan teman yang ada disebelah kiri kami. Bingung! Pastinya itu yang ada dalam pikiran saya. Untungnya saya mendapatkan penjelasan dari Riris kepala suku kami dikelas. Ada tapinya nih,,saya tidak tahu apa yang harus saya tanyakan pada teman saya yang bernama lengkap Serri susanti manopo. Mumet. Benar-benar pening kepala saya. Ya ya ya.. saya sadar waktu terus berjalan dan semakin mepet hari H-nya.
Jumat malam, saya mencari apa yang harus saya tanyakan dan bagaimana saya menuliskannya nanti. Dan yah, sabtu pagi saya tahu apa yang harus saya tanyakan pada teman saya yang kami sekelas sapa “susan”. Seperti nama boneka yang sering menemani Ria Enes..:D
Ok..ok...apa yang ingin saya tahu tentang susan sudah ada dikepala saya dan biar tidak lupa saya mencatatnya. Well, Sabtu siang itu dengan semangat yang diempat limakan saya bergegas mandi, tapi sayang saya tidak bisa bertemu langsung dengan objek yang akan saya deskripsikan. Karena itu adalah hari sabtu dan Susan sudah memiliki keluarga dengan dua orang anak. Okelah. Saya maklum dia sibuk dengan keluarganya dan saya tidak bisa mengganggu gugat acara keluarga kecil itu. Tapi saya belum kehabisan akal dan masih ada cara lain untuk mencari tahu tentang dia.
Social media facebook. Itu alternatif yang terpikirkan. Ditengah – tengah saya sedang pacaran, buru-buru saya mengetik semua hal yang ingin saya tanyakan padanya dan segera mengirimkan ke akun facebooknya. Agak tenang. Tapi cukup khawatir juga. Waktunya benar-benar sudah mepet dan belum ada tanda-tanda dari susan menjawab apa yang saya kirimkan. “Mana handphone..mana handphone” ujar saya ditengah-tengah malam mingguan saya bersama pacar. Agak lesu saya menerima balasan sms dari susan “Maaf ya k’ tiwi. Nanti setelah anak saya tidur baru saya tulis trus dikirim”. Saya mikir. Kira-kira berapa lama saya harus menunggu. Sedang pacaran saja, mata saya minta istirahat. Nunggu dan nunggu. Belum ada yang dikirim. Okelah saya tidur.
Beres-beres rumah dan bergegas online. Syukurlah sudah ada tanggapan balik dari susan tentang apa yang saya ingin tahu darinya. Well, blogiest. Ibu dua anak ini tidak membutuhkan apapun karena yang lebih dia utamakan adalah kebutuhan anak-anaknya. Tapi hanya untuk saat ini. Ya ya ya,, saya mengerti. Kedua buah hatinya masih kecil mungil. Masih banyak yang dibutuhkan oleh kedua anak itu, wajar kalau Susan menyampingkan apa yang dia butuhkan saat ini. Dan itu sangat-sangat wajar. Karena ada ibu muda yang tidak bisa seperti dia. Yang lebih memperhatikan diri sendiri sementara anak mereka harus diurus oleh kakek nenek si anak.
Susan menjadi gelisah karena kebutuhan dari kedua buah hatinya adalah hal penting. Untuk kedua kalinya saya akan mengatakan itu adalah hal yang wajar. Susan masih duduk dibangku kuliah. Belum punya kerjaan tapi punya suami yang sudah kerja dan mampu menghidupi dia dan anak-anaknya. Tapi seorang ibu pastilah dia ingin ada penghasilan untuk menyenangkan anak-anaknya tanpa harus bergantung pada suami.
Sewaktu saya tanya “kenapa menikah muda?” susan menjawab “takdir dia menikah muda”. Saya tersenyum dengan jawaban itu. Iya memang takdir dan itu pilihannya untuk melangkah lebih awal dari teman sebayanya untuk menjadi seorang istri dan ibu. Dan menikah bukanlah identik dengan kesenangan, yah walaupun susan mengatakan kehidupannya menjadi sangat baik setelah menikah. Menikah kan bukan hanya disaat pesta adalah hal yang menyenangkan. Menikah itu perjalanan awal setelah ijab qabul yang menandakan seseorang siap menghadapi sepak terjang dan senyuman bahagia dan Susan membuktikannya. Dia bisa bahagia dan lebih baik setelah menikah.
Memilih kuliah disaat kondisi yang bukan single itu suatu jempolan untuk Susan. Dan itu keinginannya. Tentu saja Susan tidak hanya ingin membanggakan keluarga kecilnya sebagai seorang istri dan ibu yang hebat. Dia masih punya keinginan untuk membanggakan orang tuanya sebagai seorang sarjana. Blogiest tahu, pada semester lalu saat itu susan sedang mengandung anak keduanya. Beberapa minggu sebelum melahirkan susan tidak masuk kelas lagi. Tapi, baru dua hari dia melahirkan tiba-tiba saya melihat dia dan teman-teman di tangga depan ruang kuliah. Heran saja, setahu saya orang yang baru melahirkan harus istirahat tapi susan malah keliaran dikampus karena mau nimba ilmu.
Bagi Susan, mengejar kesenangan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan itu wajar. Tapi bukan berarti mendahulukan kesenangan. Bisa melewati saat-saat yang menyakitkan sehingga memperoleh kesenangan. Sangat disayangkan Susan meng-judge bahwa dia memiliki potensi yang lemah.
Susan memiliki sifat yang mudah marah dan bosan. Mungkin itu dikehidupan lain bukan di dalam kehidupan keluarga kecilnya. Karena sepertinya dia bisa sabar dan telaten mengurus anak dan suaminya. Buktinya? Dia menyampingkan urusannya dengan saya demi anaknya. Itu sudah cukup menjadi bukti dia mencintai peran istri dan ibunya dan kecil kemungkinannya rasa bosan itu menjadi besar dikehidupan keluarga kecilnya. Mengurus anak dan suami dan berusaha tetap hadir disaat dia harus istirahat setelah melahirkan karena dia merasa puas dengan apa yang dia lakukan untuk orang lain.
Susan merasa dia adalah manusia yang bahagia walaupun masih ada yang lebih bahagia dari dia. Diatas langit masih ada langit. Tapi baginya kebahagiaan yang berarti adalah keberadaan anak-anaknya. Berbeda dengan saya yang belum menikah. Susan tinggal memikirkan menyelesaikan studinya dan terus menjadi istri dan ibu yang lebih baik juga hebat.
Saya puas dengan percakapan tertulis kami...saya jadi lumayan tahu siapa Serri susanti manopo. Pilihan untuk menikah muda dan apa yang dia rasakan setelah menikah dan semangatnya untuk menyelesaikan studi S1-nya membuat saya merasa beruntung punya teman sekelas seperti susan. Walaupun baru 1 tahun lebih 2 bulan saya mengenalnya. Makasih yah mama Naya...:)
***
Awal menerima sms itu, memori ingatan saya kembali ke masa-masa berseragam dulu. Dimana yang tidak hadir harus menghadap guru untuk memberi tahu ketidakjelasan tidak hadir dikelas. Ahh,,itu masa-masa berseragam mana mungkin dibangku kuliah akan seperti itu. Saya terkikik sendiri. Mungkin akan diberi tugas, dan seperti itulah kejadiannya.
Keesokan harinya saya dan beberapa teman yang tidak hadir mendatangi ruang dosen tempat Pak Ronal. Berpeluh-peluh keringat yang kami hasilkan karena orang yang kami tuju setelah menunggu lumayan lama ternyata berada diluar kota. Kesal. Tapi untungnya beliau tidak meminta kami untuk datang keesokan harinya. Dia hanya meminta kami membuat lingkaran dan melihat siapa yang disebelah kiri kami kemudian mendeskripsikan teman yang ada disebelah kiri kami. Bingung! Pastinya itu yang ada dalam pikiran saya. Untungnya saya mendapatkan penjelasan dari Riris kepala suku kami dikelas. Ada tapinya nih,,saya tidak tahu apa yang harus saya tanyakan pada teman saya yang bernama lengkap Serri susanti manopo. Mumet. Benar-benar pening kepala saya. Ya ya ya.. saya sadar waktu terus berjalan dan semakin mepet hari H-nya.
Jumat malam, saya mencari apa yang harus saya tanyakan dan bagaimana saya menuliskannya nanti. Dan yah, sabtu pagi saya tahu apa yang harus saya tanyakan pada teman saya yang kami sekelas sapa “susan”. Seperti nama boneka yang sering menemani Ria Enes..:D
Ok..ok...apa yang ingin saya tahu tentang susan sudah ada dikepala saya dan biar tidak lupa saya mencatatnya. Well, Sabtu siang itu dengan semangat yang diempat limakan saya bergegas mandi, tapi sayang saya tidak bisa bertemu langsung dengan objek yang akan saya deskripsikan. Karena itu adalah hari sabtu dan Susan sudah memiliki keluarga dengan dua orang anak. Okelah. Saya maklum dia sibuk dengan keluarganya dan saya tidak bisa mengganggu gugat acara keluarga kecil itu. Tapi saya belum kehabisan akal dan masih ada cara lain untuk mencari tahu tentang dia.
Social media facebook. Itu alternatif yang terpikirkan. Ditengah – tengah saya sedang pacaran, buru-buru saya mengetik semua hal yang ingin saya tanyakan padanya dan segera mengirimkan ke akun facebooknya. Agak tenang. Tapi cukup khawatir juga. Waktunya benar-benar sudah mepet dan belum ada tanda-tanda dari susan menjawab apa yang saya kirimkan. “Mana handphone..mana handphone” ujar saya ditengah-tengah malam mingguan saya bersama pacar. Agak lesu saya menerima balasan sms dari susan “Maaf ya k’ tiwi. Nanti setelah anak saya tidur baru saya tulis trus dikirim”. Saya mikir. Kira-kira berapa lama saya harus menunggu. Sedang pacaran saja, mata saya minta istirahat. Nunggu dan nunggu. Belum ada yang dikirim. Okelah saya tidur.
Beres-beres rumah dan bergegas online. Syukurlah sudah ada tanggapan balik dari susan tentang apa yang saya ingin tahu darinya. Well, blogiest. Ibu dua anak ini tidak membutuhkan apapun karena yang lebih dia utamakan adalah kebutuhan anak-anaknya. Tapi hanya untuk saat ini. Ya ya ya,, saya mengerti. Kedua buah hatinya masih kecil mungil. Masih banyak yang dibutuhkan oleh kedua anak itu, wajar kalau Susan menyampingkan apa yang dia butuhkan saat ini. Dan itu sangat-sangat wajar. Karena ada ibu muda yang tidak bisa seperti dia. Yang lebih memperhatikan diri sendiri sementara anak mereka harus diurus oleh kakek nenek si anak.
Susan menjadi gelisah karena kebutuhan dari kedua buah hatinya adalah hal penting. Untuk kedua kalinya saya akan mengatakan itu adalah hal yang wajar. Susan masih duduk dibangku kuliah. Belum punya kerjaan tapi punya suami yang sudah kerja dan mampu menghidupi dia dan anak-anaknya. Tapi seorang ibu pastilah dia ingin ada penghasilan untuk menyenangkan anak-anaknya tanpa harus bergantung pada suami.
Sewaktu saya tanya “kenapa menikah muda?” susan menjawab “takdir dia menikah muda”. Saya tersenyum dengan jawaban itu. Iya memang takdir dan itu pilihannya untuk melangkah lebih awal dari teman sebayanya untuk menjadi seorang istri dan ibu. Dan menikah bukanlah identik dengan kesenangan, yah walaupun susan mengatakan kehidupannya menjadi sangat baik setelah menikah. Menikah kan bukan hanya disaat pesta adalah hal yang menyenangkan. Menikah itu perjalanan awal setelah ijab qabul yang menandakan seseorang siap menghadapi sepak terjang dan senyuman bahagia dan Susan membuktikannya. Dia bisa bahagia dan lebih baik setelah menikah.
Memilih kuliah disaat kondisi yang bukan single itu suatu jempolan untuk Susan. Dan itu keinginannya. Tentu saja Susan tidak hanya ingin membanggakan keluarga kecilnya sebagai seorang istri dan ibu yang hebat. Dia masih punya keinginan untuk membanggakan orang tuanya sebagai seorang sarjana. Blogiest tahu, pada semester lalu saat itu susan sedang mengandung anak keduanya. Beberapa minggu sebelum melahirkan susan tidak masuk kelas lagi. Tapi, baru dua hari dia melahirkan tiba-tiba saya melihat dia dan teman-teman di tangga depan ruang kuliah. Heran saja, setahu saya orang yang baru melahirkan harus istirahat tapi susan malah keliaran dikampus karena mau nimba ilmu.
Bagi Susan, mengejar kesenangan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan itu wajar. Tapi bukan berarti mendahulukan kesenangan. Bisa melewati saat-saat yang menyakitkan sehingga memperoleh kesenangan. Sangat disayangkan Susan meng-judge bahwa dia memiliki potensi yang lemah.
Susan memiliki sifat yang mudah marah dan bosan. Mungkin itu dikehidupan lain bukan di dalam kehidupan keluarga kecilnya. Karena sepertinya dia bisa sabar dan telaten mengurus anak dan suaminya. Buktinya? Dia menyampingkan urusannya dengan saya demi anaknya. Itu sudah cukup menjadi bukti dia mencintai peran istri dan ibunya dan kecil kemungkinannya rasa bosan itu menjadi besar dikehidupan keluarga kecilnya. Mengurus anak dan suami dan berusaha tetap hadir disaat dia harus istirahat setelah melahirkan karena dia merasa puas dengan apa yang dia lakukan untuk orang lain.
Susan merasa dia adalah manusia yang bahagia walaupun masih ada yang lebih bahagia dari dia. Diatas langit masih ada langit. Tapi baginya kebahagiaan yang berarti adalah keberadaan anak-anaknya. Berbeda dengan saya yang belum menikah. Susan tinggal memikirkan menyelesaikan studinya dan terus menjadi istri dan ibu yang lebih baik juga hebat.
Saya puas dengan percakapan tertulis kami...saya jadi lumayan tahu siapa Serri susanti manopo. Pilihan untuk menikah muda dan apa yang dia rasakan setelah menikah dan semangatnya untuk menyelesaikan studi S1-nya membuat saya merasa beruntung punya teman sekelas seperti susan. Walaupun baru 1 tahun lebih 2 bulan saya mengenalnya. Makasih yah mama Naya...:)
18/11/12
Posts by : Admin
Ini Tentang Kamu ( Part 2 )
Setelah kejadian di dapur yang memakan waktu sekitar 10 menit suasana jadi hening. Aku diam diapun begitu. Ada sedikit rasa bahagia. Masih sedikit, mungkin karena awalnya aku berpikir absurd jika aku suka dengannya. Saat teman-teman selokasi meledek kami kata yang keluar dari mulutku yah "amit-amit". Setelah di dapur kita yang bersama diruang tamu hanya terdiam sambil mencuri-curi pandang (dulu banget :D).
Setelah itu biar teman-teman seposko tak tau yang terjadi antara kita, ingat kan? Pas kita pura-pura kayak waktu pertama nesu-nesuan..:D Aneh sih. Dan pengen ngakak pas tiba-tiba kamu datang didepan aku buat ngebantu bikin struktur organisasi. Rasanya gimana gituuu...Panas dingin cuy...:D
Bahagia. bahagia banget. Itu yang aku rasa. Tapi mungkin saat itu benar-benar tak tahu kalau aku tuh bahagia saking dalemnya rasa itu (bener loh, bukan ngegombal :D). Iyaa...hari-hari yang aku laluin bersama kamu setelah jadian sebelum libur pertama kita diposko rasanya gitu. Pertama rasanya bahagia kedua gak nyangka Tuhan menampar aku atas kata-kata dan keyakinan aku bahwa gak bakal jatuh hati ke kamu. Ampuuunn...
Ingat gak waktu kita mau pulang ke rumah masing-masing dengan jasa tumpangan temen kita pas mau masuk pertama puasa di bulan ramadhan kemarin... Kita duduk samping-sampingan. Merinding tau...:D Dan lucunya pas mau turun,,wajah dan kayaknya hati kamu berat buat ngebiarin aku untuk pergi..Ceileh :D aku ketawa-ketawa saja dengan teman-teman kita. Takut air mata keburu ngalir. Nanti mereka curiga kan..Pikirku waktu itu :D...Kangen banget pas kita tak bertatap muka. :(
Senangnya pas pulang lagi ke posko.. Dan teman-teman pake acara ke pantai plus jalan kaki. Bayangin puasa kita jalan kaki dari dusun 2 ke dusun 1 yang mungkin makan jarak sekilo...*gelenggeleng...:D
Bukan sok ngartis sih...gengsi saja buat buka-bukaan kalau dah jadian. Kan pernah ngomong gak mau atau apalah. Tapi akhirnya malah kepincut...:D
Akhirnya yah harus ngomong ke mereka...Parahnya bukan cuma heboh diteman kita saja. Bahkan masyarakat plus anak-anak kecil tahu...Dan ingat gak pas ada pertentangan tentang ini itu soal hubungan kita. Aku sih sempat kesal dan marah. Tapi kamu benar-benar penenang plus membuat aku nyaman dengan keadaan yang lagi buruk-buruknya. Aku merasa ada nilai-nilai positif yang berhasil menjangkit ke diri aku. Yah bersyukur. Banyak kesamaan sifat yang mungkin lebih membuat kita lebih mersa cocok dan nyaman...makasih tuhan untuk hadiahnya...:)
Setelah itu biar teman-teman seposko tak tau yang terjadi antara kita, ingat kan? Pas kita pura-pura kayak waktu pertama nesu-nesuan..:D Aneh sih. Dan pengen ngakak pas tiba-tiba kamu datang didepan aku buat ngebantu bikin struktur organisasi. Rasanya gimana gituuu...Panas dingin cuy...:D
Bahagia. bahagia banget. Itu yang aku rasa. Tapi mungkin saat itu benar-benar tak tahu kalau aku tuh bahagia saking dalemnya rasa itu (bener loh, bukan ngegombal :D). Iyaa...hari-hari yang aku laluin bersama kamu setelah jadian sebelum libur pertama kita diposko rasanya gitu. Pertama rasanya bahagia kedua gak nyangka Tuhan menampar aku atas kata-kata dan keyakinan aku bahwa gak bakal jatuh hati ke kamu. Ampuuunn...
Ingat gak waktu kita mau pulang ke rumah masing-masing dengan jasa tumpangan temen kita pas mau masuk pertama puasa di bulan ramadhan kemarin... Kita duduk samping-sampingan. Merinding tau...:D Dan lucunya pas mau turun,,wajah dan kayaknya hati kamu berat buat ngebiarin aku untuk pergi..Ceileh :D aku ketawa-ketawa saja dengan teman-teman kita. Takut air mata keburu ngalir. Nanti mereka curiga kan..Pikirku waktu itu :D...Kangen banget pas kita tak bertatap muka. :(
Senangnya pas pulang lagi ke posko.. Dan teman-teman pake acara ke pantai plus jalan kaki. Bayangin puasa kita jalan kaki dari dusun 2 ke dusun 1 yang mungkin makan jarak sekilo...*gelenggeleng...:D
Bukan sok ngartis sih...gengsi saja buat buka-bukaan kalau dah jadian. Kan pernah ngomong gak mau atau apalah. Tapi akhirnya malah kepincut...:D
Akhirnya yah harus ngomong ke mereka...Parahnya bukan cuma heboh diteman kita saja. Bahkan masyarakat plus anak-anak kecil tahu...Dan ingat gak pas ada pertentangan tentang ini itu soal hubungan kita. Aku sih sempat kesal dan marah. Tapi kamu benar-benar penenang plus membuat aku nyaman dengan keadaan yang lagi buruk-buruknya. Aku merasa ada nilai-nilai positif yang berhasil menjangkit ke diri aku. Yah bersyukur. Banyak kesamaan sifat yang mungkin lebih membuat kita lebih mersa cocok dan nyaman...makasih tuhan untuk hadiahnya...:)
15/11/12
Posts by : Admin
Prasangka, Cuek, Usaha, Everythinglah...!!!
Hampir setengah jam aku nunggu untuk bisa entri ni tulisan....Sumpah!! Bosan dan hampir ilang ati buat nulis....Tapi untungnya masih mau bersabar untuk menunggu...yo wes. Sepertinya aku tak boleh kebanyakan curhat about waiting. Cukup sampai disini dan let's to writing about right...( cengir ).
Salah!! Benar-benar salah jika kita berpikir lebih baik membiarkan pasangan dengan prasangka buruknya karena kita lelah menjelaskan bahwa yang dipikirkan salah. Mungkin sebagian dari kita berpikir, itu kita lakukan karena kita tak bisa untuk sabar atau lelah dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar. Membiarkan atau cuek dengan sikap pasangan itu malah membuat kita akan kehilangan dia.
Tahu gak? Saat kita memperlihatkan sikap cuek dan membiarkan prasangka buruk menempel dipikiran pasangan kita itu malah akan menambah prasangka buruk dan bisa saja pasangan kita akan kehilangan keyakinannya terhadap kita. Coba deh tanya pada diri kita lagi. Apa mau kita kehilangan orang yang sudah berhari-hari atau berminggu-minggu bersama kita. Apa mau kita kehilangan seseorang yang pada awalnya kita perjuangkan buat mendapatkannya atau kalau misalnya kita mudah mendapatkannya apa kita mau kehilangan orang yang telah memberikan rasa yang luar biasa selama hidup kita dibandingkan yang lain. Entah itu rasa nyaman, bahagia, atau saat melewati sedih dan susah bersama.
Kembali deh kita lihat ke diri kita. Mungkin kita sudah melakukan kesalahan sampai-sampai nih pasangan kita tak ada habis-habisnya berprasangka buruk ke kita. Everyday and everytime. Dan mungkin saja kita yang dulu sudah melakukan kesalahan sadar dan berusaha memperbaiki kesalahan tapi nih blogiest tetap saja sesi curiga-curigaan tak hilang. Sebaiknya jangan dulu kita menyalahkan pasangan yang menurut kita tidak menghargai usaha kita atau apalah. Kembali kita merenungi diri. Mungkin niat kita belum tulus atau bisa saja salah niat. Karena gak mungkin kan jika kita menganggap kita sudah tulus tapi toh pasangan kita tetap saja seperti itu. Kita menjalin hubungan pastinya berkomitmen dengan pasangan kita, ada tujuan akhirnya. Yah mestinya ada kesungguhan dari niat kita. Karena bisa saja nih pasangan kita memang percaya kita gak ngapa-ngapain. Tapi dia butuh sesuatu yang benar-benar membuat dia yakin bahwa kita tidak seperti itu. Kecurigaan yang berlebihan pasangan kita itu bisa saja adalah bentuk kekecewaan dia terhadap kita. Kita semestinya tak bisa seutuhnya menyalahkan pasangan kita yang sulit mempercai kita kembali. Karena dari ketidakpercayaannya dia ke kita ada campur tangan ulah kita juga kan.
Tapi beda nih, jika pasangan kita benar-benar cuek bebek. Mungkin saja ada yang telah memperhatikan dia. Tapi tak semua seperti itu kok. Karena itu kembali ke indivu masing-masing dan apa komitmennya dalam menjalani hubungan.
Ada baiknya nih, kita jangan terlalu membiarkan pasangan terus menerus dalam kecurigaan dan amarah. Karena mungkin orang yang akan menenangkan dia hanyalah kita. Ingat deh awal dari jatuh cinta pertama kali. Walaupun gak romantis pasti ada yang berkesan, jadi gak harus pasrah kan. Dalam menjalani hubungan ada saja ujiannya. Tergantung kita bagaimana melewatinya. Ingat juga nih blogiest, jangan terlalu santai jika pasangan memberikan posisi aman. Karena dari situlah kita akan diuji. Inget, pasangan yang terus menerus curiga bukan berarti dia mau mempermainkan perasaan dan nyiksa batin kita (tinggi bahasanya yah..:D )tapi dia butuh keyakinan lebih dari awal dia bersama kita. Perjuangan untuk cinta itu bukan hanya diawal tapi disaat kita sudah menapak jalan bersama tetapi banyak yang sudah menyerah sebelum benar-benar berjuang.
Salah!! Benar-benar salah jika kita berpikir lebih baik membiarkan pasangan dengan prasangka buruknya karena kita lelah menjelaskan bahwa yang dipikirkan salah. Mungkin sebagian dari kita berpikir, itu kita lakukan karena kita tak bisa untuk sabar atau lelah dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar. Membiarkan atau cuek dengan sikap pasangan itu malah membuat kita akan kehilangan dia.
Tahu gak? Saat kita memperlihatkan sikap cuek dan membiarkan prasangka buruk menempel dipikiran pasangan kita itu malah akan menambah prasangka buruk dan bisa saja pasangan kita akan kehilangan keyakinannya terhadap kita. Coba deh tanya pada diri kita lagi. Apa mau kita kehilangan orang yang sudah berhari-hari atau berminggu-minggu bersama kita. Apa mau kita kehilangan seseorang yang pada awalnya kita perjuangkan buat mendapatkannya atau kalau misalnya kita mudah mendapatkannya apa kita mau kehilangan orang yang telah memberikan rasa yang luar biasa selama hidup kita dibandingkan yang lain. Entah itu rasa nyaman, bahagia, atau saat melewati sedih dan susah bersama.
Kembali deh kita lihat ke diri kita. Mungkin kita sudah melakukan kesalahan sampai-sampai nih pasangan kita tak ada habis-habisnya berprasangka buruk ke kita. Everyday and everytime. Dan mungkin saja kita yang dulu sudah melakukan kesalahan sadar dan berusaha memperbaiki kesalahan tapi nih blogiest tetap saja sesi curiga-curigaan tak hilang. Sebaiknya jangan dulu kita menyalahkan pasangan yang menurut kita tidak menghargai usaha kita atau apalah. Kembali kita merenungi diri. Mungkin niat kita belum tulus atau bisa saja salah niat. Karena gak mungkin kan jika kita menganggap kita sudah tulus tapi toh pasangan kita tetap saja seperti itu. Kita menjalin hubungan pastinya berkomitmen dengan pasangan kita, ada tujuan akhirnya. Yah mestinya ada kesungguhan dari niat kita. Karena bisa saja nih pasangan kita memang percaya kita gak ngapa-ngapain. Tapi dia butuh sesuatu yang benar-benar membuat dia yakin bahwa kita tidak seperti itu. Kecurigaan yang berlebihan pasangan kita itu bisa saja adalah bentuk kekecewaan dia terhadap kita. Kita semestinya tak bisa seutuhnya menyalahkan pasangan kita yang sulit mempercai kita kembali. Karena dari ketidakpercayaannya dia ke kita ada campur tangan ulah kita juga kan.
Tapi beda nih, jika pasangan kita benar-benar cuek bebek. Mungkin saja ada yang telah memperhatikan dia. Tapi tak semua seperti itu kok. Karena itu kembali ke indivu masing-masing dan apa komitmennya dalam menjalani hubungan.
Ada baiknya nih, kita jangan terlalu membiarkan pasangan terus menerus dalam kecurigaan dan amarah. Karena mungkin orang yang akan menenangkan dia hanyalah kita. Ingat deh awal dari jatuh cinta pertama kali. Walaupun gak romantis pasti ada yang berkesan, jadi gak harus pasrah kan. Dalam menjalani hubungan ada saja ujiannya. Tergantung kita bagaimana melewatinya. Ingat juga nih blogiest, jangan terlalu santai jika pasangan memberikan posisi aman. Karena dari situlah kita akan diuji. Inget, pasangan yang terus menerus curiga bukan berarti dia mau mempermainkan perasaan dan nyiksa batin kita (tinggi bahasanya yah..:D )tapi dia butuh keyakinan lebih dari awal dia bersama kita. Perjuangan untuk cinta itu bukan hanya diawal tapi disaat kita sudah menapak jalan bersama tetapi banyak yang sudah menyerah sebelum benar-benar berjuang.
13/11/12
Posts by : Admin
Ini tentang Kamu
Ini tempat awal aku dan kamu bertemu...lebih tepatnya berinteraksi lebih jauh. Awalnya kan kita bertemu..ngggngg...jurusan fisika. Aku lupa apa nama tempatnya.Sama sekali tak ada harapan bisa punya pacar ditempat kks. awal sebelum keberangkatan suasana yang terjadi diantara kami biasa-biasa. No feeling yang berarti. Dalam pikiran dia kekanakan dan aneh. Itu saja. sesampainya di lokasi kami hanya bicara seperlunya tentang posko kami. Selanjutnya tak ada pembicaraan spesial, karena kami sibuk membenah dan membersihkan posko. Malamnya kami bertujuh berbincang-bincang diruang tamu. Dan mungkin dari situlah kami mulai saling bercekcok. Entahlah. Dia benar-benar bikin geger. Apa yang aku ucapkan selalu disinisin olehnya. Respon seperti itu berlangsung hingga keesokkan harinnya. Tak enak juga punya rekan tapi bikin mumet... Foto ini hari kedua di lokasi kks. Dan dihari-hari sebelumnya kami yang memang sering bercekcok jadi dijodoh-jodohkan oleh teman. Saya yang memang usil, banyak menggoda...Tapi malah jadi terdiam kalau dia mmalah menanggapi serius... Ini foto setelah kami makan siang. Setelah itu keadaan menjadi kaku. Lebih tepatnya aku yang jadi keki. Malamnya, aku lupa entah kenapa kami bisa berada di dapur. Entah iseng atau apa aku tetap menggoda dia. Ditanggapi serius dan datar saja. Kami jadian. Ada rasa senang dan juga heran kenapa alurnya jadi begini. well intinya saya bersyukur. Aku tidak berharap apa-apa dan hanya bersyukur... (Bersambung).....




