10/10/14

"Wedding"--ceritanya nih :) PART I

Sebenarnya rencana awal saya menyalakan laptop untuk mengerjakan data awal penelitian saya. Tapi rencana berubah saat hasrat ingin menyapa lagi kolom perkolom dalam blog dengan beberapa hal yang ingin saya tulis.

Mungkin ini sudah terlambat beberapa bulan tapi saya ingin berbagi rasa bahagia saya yang tadinya ingin saya simpan dan rasakan sendiri saja, karena mungkin jika saya sudah tua renta nanti dan kekurangan ingatan, anak-anak saya mungkin bisa membaca perasaan saya yang sudah berbentuk tulisan. Kali ini saya akan sedikit berbagi tentang pesta/hajatan/acara pernikahan saya.

Begitu rumit untuk menentukan hari pernikahan saya dan pacar saya, kalian mungkin sudah tahu siapa dia karena sudah beberapa kali saya menceritakan tentang "dia" ARIES MUNANDAR MOODUTO. :)
Kerumitan penentuan hari pernikahan kami disebabkan harus mengikuti perhitungan adat istiadat orang tua, bisa dikatakan hari bagus, dan entah istilah apa lagi tentang hari baik untuk pernikahan, hal ini untuk menghindari pantangan atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Ketika segala keputusan mengenai hari mutlak pernikahan kami, hati sedikit plong karena tinggal beberapa prosesi lagi yang akan dilewati dan dalam pikiran dan hati saya terbesit bahwa semua hal yang akan dilewati dalam proses menuju hari H ini tidaklah sulit juga tidaklah mudah.

Dan ternyata seperti itulah kenyataannya. Kendala pertama karena posisi tempat tinggal saya dan calon suami saya berjauhan, sedangkan kami harus mengurus ini itu untuk kebutuhan pernikahan, tetapi dengan segala kebijaksanaan dari calon suami saya dia mau untuk mengurus segala sesuatunya ditempat saya. Mulailah kami bergulat dengan undangan pernikahan.

Sisa waktu sebulan lebih bisa dikatakan waktu yang sempit untuk menuntaskan segala urusan ini. Apalagi masalah undangan, jika mungkin menikah hanya memakai gaun biasa dan calon suami mengenakan setelan batik dan dilaksanakan di KUA mungkin tidak memerlukan undangan secara fisik karena hanya membutuhkan penyampaian kepada sanak saudara dari mulut ke mulut. Tapi demi memberi kehormatan dan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua kami,tak ada salahnya merepotkan diri karena telah diizinkan untuk menikah oleh mereka.

agak pusing memang dengan memilih undangan. Tapoi toleransi diberikan kepada kami berdua. ide tentang konsep undangan kai yang memilih, ayah hanya memberikan konsep isi undangan...
Ini foto undangan desain suami saya yang disetujui orang tua kami..bagus kan ;)

ini juga desain suami saya, diminta orang tua saya dibuat untuk para orang-orang tertentu. :)

ini juga desain suami saya...:)

Nah ketiga macam desain undangan itu dibuat suami saya, tapi tidak total seluruhnya darinya ide-ide itu. saya beberapa kali dimintai ikut mendesain juga undangan yang berlatar belakang klub bola kesukaannya, eh kesukaan kami.. :D
segala proses desain dan pencetakan undangan itu kami lakukan sendiri, dirumah! Bukan karena pelit atau tidak percaya dengan jasa percetakan tapi kami lebih bisa merasakan lelah dan ikut andil dalam proses menuju hari H kami berdua... :) dan semua itu hanya menghabiskan waktu kurang lebih seminggu lebih.

Disamping urusan undangan, segala sesuatu yang harus ada dihantaran ketika prosesi adat dutu nanti kami juga yang mengurusnya sebagian misalnya, segala perlengkapan kebutuhan mandi, make-up, pakaian dan sendal.

Lelah? iya..karena semstinya calon pengantin itu rehat tapi kami sibuk dengan beberapa hal. tapi kami tersenyum bangga, puas.. karena hasil cetakan undangan dan desainnya mendapat tanggapan positif dari orang-orang yang menerima undangan tersebut. :)

Saya mempunyai ayah yang pintar memanage hmmm...bisa dikatakan dia menjadi wedding organizer kami..:D bukan hanya ayah, ibu dan tante juga om-om saya ikut melibatkan diri dalam terlaksananya proses pernikahan ini. Undangan yang dicetak suami dan sepupu saya dan hingga beres oleh adik terkecil saya, setelah selesai langsung dikirimkan kepada orang-orang yang dituju oleh ayah juga ibu. simple. semua berjalan lancar karena tidak harus menunggu semua undangan selesai untuk diantar.

Ada beberapa kesulitan menjelang akad nikah kami, kesulitan mencari tempat pelaksanaannya. Kediaman saya cukup sempit halamannya sehingga tidak mampu menanmpung keluarga besar dari kedua belah pihak ataupun undangan, setelah beberapa pertimbangan oleh orang tua akhirnya resmilah tempat pelaksanaan dutu dan akadnya dirumah tante saya (kakak tertua ayah).

H-2 saya meremajakan diri, facial dan luluran. tadinya mau dicreambath juga tapi berhubung 2 hari lagi rambut akan diikat walaupun saya nantinya menggunakan jilbab jadi memilih tidak melakukannya. H-1 saya diminta untuk segera menuju tkp pelaksanaan akad nikah, karena segala proses make-up dll dilakukan dirumah tante, jadi tidak ribet. Lumayan berasa suasana hajatan pernikahan kami. Karena berhubung banyak keluarga yang datang dari luar daerah, jadi suasananya memang heboh, karena selain pakai jasa caterring ada juga kegiatan masak-memasak dirumah tante.

Hari H-nya...
Masih setengah 6 pagi saya sudah didandani..asal tahu aje ya...deg-degan sudah menggunakan baju adat ini..seakan tidak percaya dengan apa yang dialami dan itu nyata!! :)

saya lagi pegang-pegang handphone..tau kenapa?? lagi gelisah,,katanya tamu sudah berdatangan, waktu pelaksanaan akad nikah beberapa menit lagi, tante-tante sama mamah ngomel karena belum ada tanda-tanda calon suami dan keluarganya datang...saya juga ikutan panik..>,<



ini lho adik terkecil saya,,dia turut banyak berperan dalam persiapan pernikahan bahkan hari H dia jadi fotografer dadakan :)

mereka akhirnya sampai...makin deg-degan karena beberapa menit lagi mau dinikahin.. :D

ini seserahan/hantaran...

haha..tegang nih yee..:)

proses pembaitan, kemudian ijab qabul dan Alhamdulillah lancar dan sah... :) :*



03/04/14

Rumah

rumah. identik dengan bangunan nyata..yang memiliki pondasi, halaman, teras, beberapa ruang tidur, kamar mandi dan ruangan lainnya hingga halaman belakang. iya emang seperti itu rumah. ada yang gede, ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada yang hanya sepetak..tapi semua yang memilikinya entah itu besar ataupun kecil selalu merasa damai di dalamnya ketika semua yang terkasih seatap dengan kita. entah itu ayah, ibu, adik, kakak, suami, anak...semua yang tercinta...

saya memiliki dua rumah. satunya berbentuk fisik bangunan satunya bebrbentuk fisik manusia. sama. keduanya memberikan kenyamanan. tapi berbeda dalam bentuknya. rumah dalam bentuk bangunan memberikan keteduhan saat hujan dan memberikan kesejukan saat terik matahari. tapi rumah dalam bentuk manusia memberikan kedamaian dalam segala hal..ketika rumah dalam bentuk manusia sedang pergi atau kita yang melakukan perjalanan jauh sehingga terpisah jarak, gelisah, resah, khwatir,,semua perasaan dan emosi yang tak enak campur aduk...tapi ketika semua ada didepan mata, disisi kita, semua terasa lebih nyaman lebih hangat...dalam keadaan apapun. entah itu dalam keadaan sedih senang, berantem atau apapun itu berada dalam rumah adalah jauh lebih menenangkan.

bukan hanya wanita yang merasakan bahwa lelakinya adalah rumahnya. tempat ia mendaptkan kedamaian, ketenangan, rasa aman dan nyaman. lelakipun begitu, merasakan hal yang sama. karenanya, rumah adalah dunia pertama bagi lelaki dan perempuan. mungkin akan timbul rasa bosan karena setiap hari wajah yang sama yang akan ditemui ketika tidur dan bangun ppagi, mendengar suara yang sama setiap hari, omelan yang sama, kecurigaan yang berulang..pokoknya sesuatu yang itu-itu saja yang seakan-akan menjadi rutinitas dan menetap dalam ruang dan waktu. tetapii lebih jauh lagi, sesuatu yang bersifat rutin dan tetap jika dilakukan secara intens juga dapat mengikat kesadaran seorang manusia untuk menggapai wilayah-wilayah kosmik yang transenden. dari setiap hal rutin yang terjadi dalam rumah entah itu dalam bentuk fisik ataupun bentuk manusia memberikan kesadaran lain yang lebih menjanjikan ketengan dan kebaikan...dimmana kita belajar untuk lebih mengerti, memahami, ikhlas, menerima, dan senantiasa suka cita dlaam menghadapi segla polemik yang ada..sehingga menjadi sesuatu yang mewah dan berharga yang memberikan keterikatan yang tak bisa diingkari dan dihindari kapanpun kiita bernapas dan kemanapun kita melangkah..

seorang laki-laki dan perempuan yang baik adalah yang paling tinggi pengabdiannya bagi rumah dan seisinya..( rumah dalam bentuk fisik manusia..dimana rumah= pasangan, isinya= anak, kepercayaan, kasih sayang, cinta, rasa nyaman aman dan ketenangan,,menurut saya)..

31/03/14

sahabat dan suami..:*

Soraya Juniarti Taufik..itu nama sahabat terbaik saya.. banyak suka duka, benci sayang dan lainnya yang sudah kami lewati bersama...
sudah 3 tahun lebih hubungan persahabatan kami terpaut jarak. kami jarang bertemu dan sayang-sayangan lagi..:D ( oups, jangan berikiran negatif dulu )..komunikasi kami berjalan hanya melalui sms...kangen saya semakin membuncah ketika ingin bertemu sudah sampai diubun-ubun..(ceileh..) :D tapi lagi-lagi jarak, waktu dan tentu saja urusan kantong menjadi penghalang...
bukan itu saja semenjak menjadi pacar dari lelaki yang sekarang menjadi suami saya..akses untuk kesana bukan hanya dibatasi tapi menjadi area terlarang..saya sempat heran, sedih, dan mungkin marah kenapa harus ada tanda larangan...bukan masalah pertemuan saya dengan sahabat..tapi suami tercinta saya begitu tidak sukanya dengan kota "M" tersebut.

banyak hal yang saya lalui bersama sahabat saya yang sipit cantik itu...senang bisa memiliki sahabat seperti dia..pengertian, penyayang,,,mau memarahi sahabatnya kalau salah...saat dia menikah timbul rasa iri..ingin segera juga menyuslnya..apalagi saat dia memiliki jagoan kecilnya...rasa iri saya semakin saja bertambah...hingga akhirnya saya bisa merasakan hal yang sama dengannya...senang..iya! bisa saling share dengan sahabat saya ini benar-benar barang mewah...

dan benar memiliki suami adalah sesuatu yang membahagiakan...saya bisa merasakan apa yang sahabat saya rasakan, yang mama saya rasakan..punya seseorang yang tak lelah untuk bekerja buat menghidupi anak istrinya, untuk makan kami bertiga..suami saya tidak pernah mengeluh tetap saja giat bekerja walau lebih sering saya selalu mengganggu kerjanya.....

kadang saya marah, karena dia bukan orang yang peka,,saya mau saya dimengerti, ketika sesuatu yang salah dialah yang menanggunya,,,saya cenderung egois,,untungnya suami saya adalah lelaki yang sabar,,menghadapi saya yang egois dan panikan, dan lebih sering marah...tapi saya bangga..dia pria yang sabar dan penyayang tak bisa dan tak tega melihat anak istrinya sedih ataupun murung...

dari situ saya menyadari..menjadi suami itu juga berat,,,sama beratnya dengan menjadi seorang istri...terima kasih soraya juniarti taufik,,sahabat yang banyak berbagi dengan saya dan suami saya tercinta Aries Munandar Mooduto yang banyak membimbing saya walaupun saya keras kepala..dan buat anugrah terindah Reyzki Vilas Ghazali Mooduto...Cinta kalian...:* :* :*