03/04/14

Rumah

rumah. identik dengan bangunan nyata..yang memiliki pondasi, halaman, teras, beberapa ruang tidur, kamar mandi dan ruangan lainnya hingga halaman belakang. iya emang seperti itu rumah. ada yang gede, ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada yang hanya sepetak..tapi semua yang memilikinya entah itu besar ataupun kecil selalu merasa damai di dalamnya ketika semua yang terkasih seatap dengan kita. entah itu ayah, ibu, adik, kakak, suami, anak...semua yang tercinta...

saya memiliki dua rumah. satunya berbentuk fisik bangunan satunya bebrbentuk fisik manusia. sama. keduanya memberikan kenyamanan. tapi berbeda dalam bentuknya. rumah dalam bentuk bangunan memberikan keteduhan saat hujan dan memberikan kesejukan saat terik matahari. tapi rumah dalam bentuk manusia memberikan kedamaian dalam segala hal..ketika rumah dalam bentuk manusia sedang pergi atau kita yang melakukan perjalanan jauh sehingga terpisah jarak, gelisah, resah, khwatir,,semua perasaan dan emosi yang tak enak campur aduk...tapi ketika semua ada didepan mata, disisi kita, semua terasa lebih nyaman lebih hangat...dalam keadaan apapun. entah itu dalam keadaan sedih senang, berantem atau apapun itu berada dalam rumah adalah jauh lebih menenangkan.

bukan hanya wanita yang merasakan bahwa lelakinya adalah rumahnya. tempat ia mendaptkan kedamaian, ketenangan, rasa aman dan nyaman. lelakipun begitu, merasakan hal yang sama. karenanya, rumah adalah dunia pertama bagi lelaki dan perempuan. mungkin akan timbul rasa bosan karena setiap hari wajah yang sama yang akan ditemui ketika tidur dan bangun ppagi, mendengar suara yang sama setiap hari, omelan yang sama, kecurigaan yang berulang..pokoknya sesuatu yang itu-itu saja yang seakan-akan menjadi rutinitas dan menetap dalam ruang dan waktu. tetapii lebih jauh lagi, sesuatu yang bersifat rutin dan tetap jika dilakukan secara intens juga dapat mengikat kesadaran seorang manusia untuk menggapai wilayah-wilayah kosmik yang transenden. dari setiap hal rutin yang terjadi dalam rumah entah itu dalam bentuk fisik ataupun bentuk manusia memberikan kesadaran lain yang lebih menjanjikan ketengan dan kebaikan...dimmana kita belajar untuk lebih mengerti, memahami, ikhlas, menerima, dan senantiasa suka cita dlaam menghadapi segla polemik yang ada..sehingga menjadi sesuatu yang mewah dan berharga yang memberikan keterikatan yang tak bisa diingkari dan dihindari kapanpun kiita bernapas dan kemanapun kita melangkah..

seorang laki-laki dan perempuan yang baik adalah yang paling tinggi pengabdiannya bagi rumah dan seisinya..( rumah dalam bentuk fisik manusia..dimana rumah= pasangan, isinya= anak, kepercayaan, kasih sayang, cinta, rasa nyaman aman dan ketenangan,,menurut saya)..

0 komentar:

Posting Komentar