19/10/11

Maaf yang Ku tunggu..!!!


Aku sangat gelisah...
Sejak tadi pengakuanku atas kesalahan yang ku buat dia tetap bungkam. Lebih menyakitkan dia tidak memperlihatkan kemarahannya. Ku ajak makan dia mau, ku ajak nonton tv bersama dia juga mau, semua ajakanku dia mau melakukannya. Tapi untuk berbicara padaku tidak sedikitpun dia lakukan. Aku benar-benar sedih juga takut. Dia tetap saja diam. Tatapan matanya tajam, tidak teduh seperti biasanya. tatapan mata yang aku sukai. Saat berada seranjang pun tidak seperti biasanya kami tidur saling membelakangi. biasanya dia akan memelukku dari belakang dan mencium mesra pipiku. Hangat, nyaman, dan aman berada dalam pelukannya. Aku benar-benar tersiksa. Tak berasa air mataku pun jatuh. Aku berusaha menahan isakanku tapi ternyata terdengar juga olehnya yang hanya berjarak beberapa senti dari belakangku. Kurasakan ada dekapan dari belakangku. Aku semakin terisak. Kenapa baru sekarang dia menyentuhku? Memelukku? Tapi dia menyiksaku. Dan itu berhasil. Aku benar-benar tersiksa. Tak bisa Ku tahan lagi air mataku dan isakanku semakin keras. dia membalikkanku menghadapnya. Tangisan dan isakanku terhenti melihat matanya sembab dan masih bersisakan air mata. Aku benar-benar terpukul. Mungkin menurutku kesalahan yang ku buat adalah kecil. Tapi kesalahan yang ku buat itu adalah hal yang paling tidak disukai dan dibencinya. Tapi aku tidak melakukan yang aneh. Hanya itu. disela-sela isakan tangisku aku berusaha menjelaskannya. Dia hanya mengangguk pelan kemudian mendekapku dan mengecupku. Aku benar-benar berterima kasih telah dimaafkan. Sayang, aku mengakui kesalahan bukan karena besarnya cinta dan maafmu untukku yang bisa menjamin kesalahanku. Aku tahu aku salah dan kamu akan menghukumku. Tapi ketika aku menyembunyikannya rasa bersalah akan kesalahan yang kubuat semakin besar. Pengakuanku bukan untuk menyakitimu tapi aku benar-benar tak bisa berbohong padamu. Dan jujur aku takut jika kau akan marah besar dan akan membalasku. Tapi aku begitu yakin kamu adalah lelaki terbaik yang aku punya. Syukur akan kehadiranmu, dimiliki dan memilikiku tak habis-habisnya berhenti dari bibirku. Dan malam ini aku sangat tenang tidur dalam pelukannya. Pelukan yang sangat ku rindu seharian ini.

"I Love u" sedikit berbisik ku katakan padanya. Dia tersenyum kemudian mengecupku dan memelukku yang membuatku tertidur pulas dan nyaman dalam pelukannya.

2 komentar:

dunia kecil indi mengatakan...

nice story. ditulis dengan baik :)

Prastiwi mengatakan...

Iya Indy, makasih..:)

Posting Komentar