16/05/12

Pilih Mencintai Apa Adanya atau Ada Apanya????

Mencintai apa adanya atau ada apanya? hayoooooooooooo.... pasti dari kalian semua akan mengatakan mencintai apa adanya dong, masa ada apanya!! It’s false! Itu menurutku. Oke oke, jangan dulu mencibir atau berkomentar apa-apa tentang pendapatku... dalam tulisan ini aku akan menguraikan alasan kenapa aku mengatakan bahwa mencintai itu ada apanya bukan apa adanya. Awalnya akupun tak setuju dengan itu. Pernyataan itu dilontarkan oleh pacara adikku. Namun setelah mendengar penjelasan singkat aku mengerti kenapa mencintai itu ada apanya bukan apa adanya. Okey, let’s to explain. Begini yah, saat kita mencintai apa adanya maka kita selalu dianggap adalah seorang yang jempol karena bisa menerima apapun kondisi lahir batin atau apapun dari pasangannya. Yah itu bisa dikatakan benar. Tapi jika kita telah mencintai seseorang namun karena saking terima apa adanya kita terhadap pasangan kita maka kita akan terima apapun perlakukan pasangan terhadap kita. Entah itu diselingkuhin, dipukul, diatur ini itu, everything. Ini bukan hanya dari segi negatif loh. Karena, jika seseorang sudah mencintai orang lain maka, yang ada adalah menutup telinga dan mata saat pasangan melakukan hal seperti itu terhadap kita. Okey, jika menerima apa adanya kekurangna dia (misalnya dari segi latar belakang, face atau pendidikan) tapi untuk kekurangan dia seperti yang telah saya sebutkan diatas, sepertinya kita adalah manusia bodoh dan benar-benar seperti yang dikatakan orang-orang bahwa cinta itu buta (buta mata hati dan pikiran untuk orang-orang seperti ini). Lho kok mau diselingkuhin? Dipukul? Atau apalah itu namanya. Kalau jawabannya misalanya seperti ini “aku sudah cinta mati”, atau gak apalah, toh ujung-ujungnya dia akan kembali ke aku juga. Pemikiran yang benar-benar stupid. Cinta bukan berarti rela untuk diperlakukan buruk lho! Ketika kita mencintai apa adanya dan diperlakukan tak pantas, kita berhak untuk mengambil keputusan untuk berhenti mencintai dia. Ya iyalah harus berhenti. Kenapa harus menunggu pernyataan putus atau apalah. Kita berhak mengambil keputusan saat rasa yang kita miliki, cinta yang kita punya dibalas dengan air tuba. Kenapa harus ragu mengambil keputusan saat kita diselingkuhin atau diperlakukan semena-mena oleh pacar yang tak bermoral? Kita hanya dibutakan oleh rasa yang sebenarnya salah untuk ada dalam hati kita. Masa kita harus memelihara cinta haru mempertahankan cinta yang abnormal??? Nah itu dia kenapa kita mencintai lebih baik ada apanya (eitsss... bukan melihat ke sisi karena ada maunya dalam bentuk materi atau sesuatu yang wah). Mencintai ada apanya lebih ke bagaimana kita melihat seseorang sebelum kita memtuskan mencintai dia. Misalnya mencintai dia karena melihat apa orang tersebut ada setianya? Ada komitmen hidupnya? Ada tujuan hidupnya yang real? Ada rasa tanggung jawabnya? Atau hal-hal lain yang akan membuat kita menjadi orang yang beruntung karena mencintai dan memilih dia (sampingkan dulu tentang kaya tidaknya dia atau tampan tidaknya dia). Memang itu bagi sebagian orang akan berpendapat bahwa belum tentu juga akan menjamin akan awet atau tidak diperlakukan baik oleh pasangan. Tapi coba kita lebih ke logikanyalah. Jika kita lebih menilai orang dari sisi itu setidaknya akan membuat kita lebih nyaman menjalani hubungan. Terjamin kita akan diperlakukan baik. Memang semua itu kembali pada individu masing-masing. Nah, kalau pasangan kita mempunyai jalan dan prisip hidup terarah untuk dirinya sendiri, dia juga bisa membawa kita dalam hal-hal baik yang dia terapkan dalam hidupnya. Mencintai, berpasangan, menjalin hubungan adalah untuk mencari pelengkap kekurangan kita, mencari orang yang bisa membantu mengarahkan hidup kita, mencari orang yang mampu menegur kita saat kita salah dalam melangkah, mencari orang yang mampu terbuka dengan kita, mencari orang yang bisa mendengar keluh kesah, manis manja atau apalah itu, mencari orang yang mampu berkomitmen dengan kita untuk akhir hidup yang baik. (sulit? Tak ada yang sulit untuk kita dapatkan di dunia ini asalakan kita baik pada Tuhan dan meminta pada-Nya pasangan seperti itu).

3 komentar:

Unknown mengatakan...

yang punya blog mencintai apa adanya ato ada apanya newh? :)

Prastiwi mengatakan...

hehehe...maaf yah bru dibalas...:)
hhehe,,iya..:)

Anonim mengatakan...

SIIIPPPP

Posting Komentar